<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332</id><updated>2012-02-17T06:01:43.060+07:00</updated><category term='Ayam Kampung'/><category term='Bebek'/><category term='Ikan Cupang'/><category term='Botol Aqua Bekas'/><category term='Gurami'/><category term='Sapi Potong'/><category term='Bekicot'/><category term='Burung Lovebird'/><category term='Ikan Mas Koki'/><category term='Kelinci'/><category term='Jamur Tiram'/><category term='Ayam Arab'/><category term='Ikan Lele'/><category term='Kepiting'/><category term='Belut'/><category term='Burung puyuh'/><category term='Anggrek Bulan'/><title type='text'>Bisnis Unggulan</title><subtitle type='html'>Bisnis berprospek cerah yang layak dibidik</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-1661599543334803724</id><published>2009-09-22T03:54:00.004+07:00</published><updated>2009-09-22T03:59:31.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Cupang'/><title type='text'>Bisnis Unggulan: Ikan Cupang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i45.photobucket.com/albums/f68/lambrreta/SuperRedHMBalanceFinnage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 235px; height: 212px;" src="http://i45.photobucket.com/albums/f68/lambrreta/SuperRedHMBalanceFinnage.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Keindahan tubuh dan ciri-ciri yang spesifik yang dimiliki oleh setiap ikan hias serta nilai ekonomis, adalah faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan hias. Salah satu jenis ikan yang memiliki syarat-syarat tersebut adalah ikan &lt;a href="http://bettacollection.blogspot.com/2009/08/betta-collection-bila-hobby-jadi-bisnis.html"&gt;Betta&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membudidayakan atau mengembangkan ikan Betta atau cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Tulung Agung, Blitar Kediri dan sekitarnya banyak yang membudidaya ikan cupang hias ini. Ada yang dilakukan diatas dek rumah dan dipekarangan yang relatif sempit Namun ada juga yang menggunakan kolam khusus. Soal wadah tidak terlalu repot. Dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium biasapun oke. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wadah Budidaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri khusus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Umur ± 4 bulan&lt;br /&gt;b. Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.&lt;br /&gt;c. Gerakannya agresif dan lincah.&lt;br /&gt;d. Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri ikan betina :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Umur telah mencapai +- 4 bulan&lt;br /&gt;b. Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.&lt;br /&gt;c. Gerakannya lambat.&lt;br /&gt;d. Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.&lt;br /&gt;e. kondisi badan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemijahan dan perawatan ikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.&lt;br /&gt;2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.&lt;br /&gt;3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.&lt;br /&gt;4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.&lt;br /&gt;5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.&lt;br /&gt;6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.&lt;br /&gt;7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembesaran anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.&lt;br /&gt;2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.&lt;br /&gt;3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.&lt;br /&gt;4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.&lt;br /&gt;Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasca Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah biarpun kelihatan hanya kumpulin uang receh dari hobby ini namun agaknya bisa juga dijadikan bisnis unggulan yang menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: http://bettacollection.blogspot.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-1661599543334803724?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/1661599543334803724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=1661599543334803724' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/1661599543334803724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/1661599543334803724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2009/09/bisnis-unggulan-ikan-cupang.html' title='Bisnis Unggulan: Ikan Cupang'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-5495288376624128189</id><published>2008-12-14T06:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T06:12:07.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sapi Potong'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Sapi Potong</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: justify;" class="isi" valign="top"&gt;Sapi yang ada sekarang ini berasal dari Homacodontidae yang dijumpai pada babak Palaeoceen. Jenis-jenis primitifnya ditemukan pada babak Plioceen di India. Sapi Bali yang banyak dijadikan komoditi daging/sapi potong pada awalnya dikembangkan di Bali dan kemudian menyebar ke beberapa wilayah seperti: Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura banyak terdapat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi. Sapi jenis Aberdeen angus banyak terdapat di Skotlandia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi Simental banyak terdapat di Swiss. Sapi Brahman berasal dari India dan banyak dikembangkan di Amerika.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi&lt;br /&gt;Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah: sapi Bali, sapi PO, Madura dan Brahman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi Bali berat badan mencapai 300-400 kg. dan persentase karkasnya 56,9%. Sapi Aberdeen angus (Skotlandia) bulu berwarna hitam, tidak bertanduk, bentuk tubuh rata seperti papan dan dagingnya padat, berat badan umur 1,5 tahun dapat mencapai 650 kg, sehingga lebih cocok untuk dipelihara sebagai sapi potong. Sapi Simental (Swiss) bertanduk kecil, bulu berwarna coklat muda atau kekuning-kuningan. Pada bagian muka, lutut kebawah dan jenis gelambir, ujung ekor berwarna putih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi Brahman (dari India), banyak dikembangkan di Amerika. Persentase karkasnya 45%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Memelihara sapi potong sangat menguntungkan, karena tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang dan&lt;br /&gt;sebagai tenaga kerja. Sapi juga dapat digunakan meranih gerobak, kotoran sapi juga mempunyai nilai ekonomis, karena termasuk pupuk organik yang dibutuhkan oleh semua jenis tumbuhan. Kotoran sapi dapat menjadi sumber hara yang dapat memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur dan subur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;     Semua organ tubuh sapi dapat dimanfaatkan antara lain:&lt;br /&gt;     &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kulit, sebagai bahan industri tas, sepatu, ikat                    pinggang, topi, jaket.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;"&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt; Tulang, dapat diolah menjadi bahan bahan perekat/lem,                    tepung tulang dan barang kerajinan&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;"&gt;3)&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tanduk, digunakan sebagai bahan kerajinan seperti: sisir, hiasan dinding dan masih banyak manfaat sapi bagi kepentingan manusia.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" valign="top"&gt; Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td style="text-align: justify;" class="isi" valign="top"&gt;Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahanbahan lainnya.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x2 m atau 2,5x2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5x1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (&gt; 500 m).&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kandang untuk pemeliharaan sapi harus bersih dan tidak lembab. Pembuatan kandang harus memperhatikan beberapa persyaratan pokok yang meliputi konstruksi, letak, ukuran dan perlengkapan kandang.&lt;br /&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td width="3%"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Konstruksi dan letak kandang&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi kandang sapi seperti rumah kayu. Atap kandang berbentuk kuncup dan salah satu/kedua sisinya miring. Lantai kandang dibuat padat, lebih tinggi dari pada tanah sekelilingnya dan agak miring kearah selokan di luar kandang. Maksudnya adalah agar air yang tampak, termasuk kencing&lt;br /&gt;                       sapi mudah mengalir ke luar lantai kandang tetap                                kering.&lt;br /&gt;                       Bahan konstruksi kandang adalah kayu gelondongan/papan                                yang berasal&lt;br /&gt;dari kayu yang kuat. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat, tetapi agak&lt;br /&gt;                       terbuka agar sirkulasi udara didalamnya lancar.&lt;br /&gt;                       Termasuk dalam rangkaian penyediaan pakan sapi adalah                                air minum yang&lt;br /&gt;bersih. Air minum diberikan secara ad libitum, artinya harus tersedia dan&lt;br /&gt;                       tidak boleh kehabisan setiap saat.&lt;br /&gt;Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter&lt;br /&gt;                       dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran                                kandang. Pembuatan&lt;br /&gt;kandang sapi dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah/ladang.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ukuran Kandang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5x1 m.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perlengkapan Kandang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ tercampur kotoran. Tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian kotoran dan air kencing tidak tercampur didalamnya. Perlengkapan lain yang perlu disediakan adalah sapu, sikat, sekop, sabit, dan tempat untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untuk membersihkan kandang agar sapi terhindar dari gangguan penyakit sekaligus bisa dipakai untuk memandikan sapi.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;strong&gt;Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;           Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah:&lt;br /&gt;           &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut                          telah terdaftar dan lengkap silsilahnya.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Matanya tampak cerah dan bersih.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kukunya tidak terasa panas bila diraba.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;5)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tidak terlihat adanya eksternal parasit                          pada kulit dan bulunya.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;6)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret                          pada bagian ekor dan dubur.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;7)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan                          kerontokan bulu.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;8)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;br /&gt;Untuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu jenis sapi Bali, sapi Brahman, sapi PO, dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;           &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;laju pertumbuhannya relatif cepat.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;efisiensi bahannya tinggi. &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemeliharaan sapi potong mencakup penyediaan pakan (ransum) dan pengelolaan kandang. Fungsi kandang dalam pemeliharaan sapi adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;               a) Melindungi sapi dari hujan dan panas matahari.&lt;br /&gt;           b) Mempermudah perawatan dan pemantauan.&lt;br /&gt;           c) Menjaga keamanan dan kesehatan sapi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pakan merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan dan pembangkit tenaga. Makin baik mutu dan jumlah pakan yang diberikan, makin besar tenaga yang ditimbulkan dan masih besar pula energi yang tersimpan dalam bentuk daging.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemberian Pakan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa pertumbuhan, sedang menyusui, dan supaya tidak jenuh memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberian pakan dapat dilakukan dengan 3 cara: yaitu penggembalaan (Pasture fattening), kereman (dry lot faatening) dan kombinasi cara pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggembalaan dilakukan dengan melepas sapi-sapi di padang rumput, yang biasanya dilakukan di daerah yang mempunyai tempat penggembalaan cukup luas, dan memerlukan waktu sekitar 5-7 jam per hari. Dengan cara ini, maka tidak memerlukan ransum tambahan pakan penguat karena sapi telah memakan bermacam-macam jenis rumput.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pakan dapat diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang yang dikenal dengan istilah kereman. Sapi yang dikandangkan dan pakan diperoleh dari ladang, sawah/tempat lain. Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% - 2% dari berat badan. Ransum tambahan berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu. yang diberikan dengan cara dicampurkan dalam rumput ditempat pakan. Selain itu, dapat ditambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur, kapus. Pakan sapi dalam bentuk campuran dengan jumlah dan perbandingan tertentu ini dikenal dengan istilah ransum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan keraman. Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjadi 3 katagori, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (legu minosa) dan tanaman hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput raja (king grass), daun turi, daun lamtoro.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama. Termasuk dalam hijauan kering adalah jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dsb. yang biasa digunakan pada musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat kasar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hijauan segar dapat diawetkan menjadi silase. Secara singkat pembuatan silase ini dapat dijelaskan sebagai berikut: hijauan yang akan dibuat silase ditutup rapat, sehingga terjadi proses fermentasi. Hasil dari proses inilah yang disebut silase. Contoh-contoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase jagung, silase rumput, silase jerami padi, dll.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Kandang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;7.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penyakit antraks&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;: Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan/minuman atau pernafasan.&lt;br /&gt;                   &lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: (1) demam tinggi, badan lemah dan gemetar; (2) gangguan pernafasan; (3) pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul; (4) kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina; (5) kotoran ternak cair dan sering bercampur darah; (6) limpa bengkak dan berwarna kehitaman.&lt;br /&gt;                   &lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;: vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati.&lt;br /&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penyakit mulut dan kuku (PMK)                          atau penyakit Apthae epizootica (AE)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;: virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE.&lt;br /&gt;Gejala: (1) rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening; (2) demam atau panas, suhu badan menurun drastis; (3) nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali; (4) air liur keluar berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara                          terpisah.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penyakit ngorok/mendekur atau                          penyakit Septichaema epizootica (SE)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;: bakteri Pasturella multocida. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: (1) kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan; (2) leher, anus, dan vulva membengkak; (3) paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua; (4) demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penyakit radang kuku atau kuku                          busuk (foot rot)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                 Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang                          yang basah dan kotor.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: (1) mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh; (2) kulit kuku mengelupas; (3) tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit; (4) sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;7.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pengendalian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengendalian penyakit sapi yang paling baik menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi adalah:&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt; Menjaga kebersihan kandang beserta                            peralatannya, termasuk memandikan sapi.&lt;br /&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;2.&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi sehat                          dan segera dilakukan pengobatan.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;3.&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Mengusakan lantai kandang selalu kering.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;4.&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Memeriksa kesehatan sapi secara teratur                          dan dilakukan vaksinasi sesuai petunjuk.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;           Hasil utama dari budidaya sapi potong adalah dagingnya&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain daging yang menjadi hasil budidaya, kulit dan kotorannya juga sebagai hasil tambahan dari budidaya sapi potong.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;9.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Stoving&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa prinsip teknis yang harus diperhatikan dalam pemotongan sapi agar diperoleh hasil pemotongan yang baik, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt; &lt;p&gt;Ternak sapi harus diistirahatkan sebelum                            pemotongan &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;2.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Ternak sapi harus bersih, bebas dari tanah                          dan kotoran lain yang dapat mencemari daging.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;3.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, dan rasa sakit yang diderita ternak diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluar secara tuntas.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;4.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Semua proses yang digunakan harus dirancang untuk mengurangi jumlah dan jenis mikroorganisme pencemar seminimal mungkin.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pengulitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengulitan pada sapi yang telah disembelih dapat dilakukan dengan menggunakan pisau tumpul atau kikir agar kulit tidak rusak. Kulit sapi&lt;br /&gt;dibersihkan dari daging, lemak, noda darah atau kotoran yang menempel. Jika sudah bersih, dengan alat perentang yang dibuat dari kayu, kulit sapi dijemur dalam keadaan terbentang. Posisi yang paling baik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah dalam posisi sudut 45 derajat.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pengeluaran Jeroan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sapi dikuliti, isi perut (visceral) atau yang sering disebut dengan jeroan dikeluarkan dengan cara menyayat karkas (daging) pada bagian perut sapi.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.4.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan Karkas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari suatu peternakan sapi potong adalah menghasilkan karkas berkualitas dan berkuantitas tinggi sehingga recahan daging yang dapat dikonsumsipun tinggi. Seekor ternak sapi dianggap baik apabila dapat menghasilkan karkas sebesar 59% dari bobot tubuh sapi tersebut dan akhirnya akan diperoleh 46,50% recahan daging yang dapat dikonsumsi. Sehingga dapat dikatakan bahwa dari seekor sapi yang dipotong tidak akan seluruhnya menjadi karkas dan dari seluruh karkas tidak akan seluruhnya menghasilkan daging yang dapat dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, untuk menduga hasil karkas dan daging yang akan diperoleh, dilakukan penilaian dahulu sebelum ternak sapi potong. Di negara maju terdapat spesifikasi untuk pengkelasan (grading) terhadap steer, heifer dan cow yang akan dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karkas dibelah menjadi dua bagian yaitu karkas tubuh bagian kiri dan karkas tubuh bagian kanan. Karkas dipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha belakang, rusuk dan punggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi komponen daging, lemak, tulang dan tendon. Pemotongan karkas harus mendapat penanganan yang baik supaya tidak cepat menjadi rusak, terutama kualitas dan hygienitasnya. Sebab kondisi karkas dipengaruhi oleh peran mikroorganisme selama proses pemotongan dan pengeluaran jeroan.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Daging dari karkas mempunyai beberapa golongan kualitas kelas sesuai dengan lokasinya pada rangka tubuh. Daging kualitas pertama adalah daging di daerah paha (round) kurang lebih 20%, nomor dua adalah daging daerah pinggang (loin), lebih kurang 17%, nomor tiga adalah daging daerah punggung dan tulang rusuk (rib) kurang lebih 9%, nomor empat adalah daging daerah bahu (chuck) lebih kurang 26%, nomor lima adalah daging daerah dada (brisk) lebih kurang 5%, nomor enam daging daerah perut (frank) lebih kurang 4%, nomor tujuh adalah daging daerah rusuk bagian bawah sampai perut bagian bawah (plate &amp;amp; suet) lebih kurang 11%, dan nomor delapan adalah daging bagian kaki depan (foreshank) lebih kurang 2,1%. Persentase bagian-bagian dari karkas tersebut di atas dihitung dari berat karkas (100%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Persentase recahan karkas dihitung sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" bordercolor="#ff6600" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td align="center" height="25" valign="middle"&gt;Persentase                          recahan karkas = Jumlah berat recahan / berat karkas x                          100 %&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Istilah untuk sisa karkas yang dapat dimakan disebut edible offal, sedangkan yang tidak dapat dimakan disebut inedible offal (misalnya: tanduk, bulu, saluran kemih, dan bagian lain yang tidak dapat dimakan).&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya sapi potong kereman setahun di Bangli skala 25 ekor pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;           &lt;em&gt;&lt;strong&gt;1) Biaya Produksi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;           &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Pembelian 25 ekor bakalan : 25 x 250 kg                          x Rp. 7.800,- &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 48.750.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;b.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Kandang &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 1.000.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;c.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pakan&lt;br /&gt;                 - Hijauan: 25 x 35 kg x Rp.37,50 x 365 hari&lt;br /&gt;                 - Konsentrat: 25 x 2kg x Rp. 410,- x 365 hari &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;                 Rp. 12.000.000,-&lt;br /&gt;                 Rp. 7.482.500,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;d.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Retribusi kesehatan ternak: 25 x Rp. 3.000,-                        &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 75.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. 69.307.500,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;           &lt;em&gt;&lt;strong&gt;2) Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Penjualan sapi kereman&lt;br /&gt;                 Tambahan &gt;Rp. 75.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. 69.307.500,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;           &lt;em&gt;&lt;strong&gt;2) Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Penjualan sapi kereman&lt;br /&gt;                 Tambahan berat badan: 25 x 365 x 0,8 kg = 7.300 kg&lt;br /&gt;                 Berat sapi setelah setahun: (25 x 250 kg) + 7.300 kg =                          13.550 kg&lt;br /&gt;                 Harga jual sapi hidup: Rp. 8.200,-/kg x 13.550 kg &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                 Rp. 111.110.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;b.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Penjualan kotoran basah: 25 x 365 x 10 kg                          x Rp. 12,-&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 1.095.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. 112.205.000,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3) Keuntungan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt; Tanpa memperhitungkan biaya tenaga internal                          keuntungan Penggemukan 25 ekor sapi selama setahun. &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 42.897.500,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4) Parameter kelayakan usaha&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt; B/C ratio&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;= 1,61&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi potong mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik sebagai ternak potong maupun ternak bibit. Selama ini sapi potong dapat mempunyai kebutuhan daging untuk lokal seperti rumah tangga, hotel, restoran, industri pengolahan, perdagangan antar pulau. Pasaran utamanya adalah kota-kota besar seperti kota metropolitan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;       &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;               Konsumen untuk daging di Indonesia dapat digolongkan ke dalam                    beberapa segmen yaitu :&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;a)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konsumen Akhir&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsumen akhir, atau disebut konsumen rumah tangga adalah pembeli-pembeli yang membeli untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individunya. Golongan ini mencakup porsi yang paling besar dalam konsumsi daging, diperkirakan mencapai 98% dari konsumsi total.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;               &lt;br /&gt;Mereka ini dapat dikelompokkan lagi ke dalam ova sub segmen yaitu : &lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt;Konsumen dalam negeri ( Golongan                                  menengah keatas )&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segmen ini merupakan segmen terbesar yang kebutuhan dagingnya kebanyakan dipenuhi dari pasokan dalam negeri yang masih belum memperhatikan kualitas tertentu sebagai persyaratan kesehatan maupun selera.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;2.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Konsumen asing&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsumen asing yang mencakup keluarga-keluarga diplomat, karyawan perusahaan dan sebagian pelancong ini porsinya relatif kecil dan tidak signifikan. Di samping itu juga kemungkinan terdapat konsumen manca negara yang selama ini belum terjangkau oleh pemasok dalam negeri, artinya ekspor belum dilakukan/jika dilakukan porsinya tidak signifikan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;b)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konsumen Industri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsumen industri merupakan pembeli-pembeli yang menggunakan daging untuk diolah kembali menjadi produk lain dan dijual lagi guna mendapatkan laba. Konsumen ini terutama meliputi: hotel dan restauran dan yang jumlahnya semakin meningkat&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun mengenai tata niaga daging di negara kita diatur dalam inpres nomor 4 tahun 1985 mengenai kebijakansanakan kelancaran arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi. Di Indonesia terdapat 3 organisasi yang bertindak seperti pemasok daging yaitu :&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt;KOPPHI (Koperasi Pemotongan Hewan Indonesia),                            yang mewakili pemasok produksi peternakan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;APFINDO (Asosiasi Peternak Feedlot (penggemukan)                          Indonesia), yang mewakili peternak penggemukan&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging                          Indonesia).&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Abbas Siregar Djarijah. 1996, Usaha Ternak Sapi,                    Kanisius, Yogyakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Yusni Bandini. 1997, Sapi Bali, Penebar Swadaya, Jakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Teuku Nusyirwan Jacoeb dan Sayid Munandar. 1991, Petunjuk Teknis Pemeliharaan Sapi Potong, Direktorat Bina Produksi Peternaka&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, Jakarta Undang Santosa. 1995, Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi, Penebar Swadaya, Jakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;5.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Lokakarya Nasional Manajemen Industri Peternakan. 24 Januari                    1994,Program Magister Manajemen UGM, Yogyakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;6.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;Kohl, RL. and J.N. Uhl. 1986, Marketing of Agricultural Products,                    5 th ed, Macmillan Publishing Co, New York.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;           Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;                  &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-5495288376624128189?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/5495288376624128189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=5495288376624128189' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/5495288376624128189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/5495288376624128189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-sapi-potong.html' title='Bisnis Unggulan : Sapi Potong'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-6285545253905738903</id><published>2008-12-14T06:04:00.002+07:00</published><updated>2008-12-14T06:10:37.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam Arab'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Ayam Arab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.salyek.multiply.com/image/11/photos/37/500x500/1/ayam-arab-agrotechnopark.JPG?et=fcZoMHXbW4yxGNfMe0K1ug&amp;amp;nmid=104805399"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 251px;" src="http://images.salyek.multiply.com/image/11/photos/37/500x500/1/ayam-arab-agrotechnopark.JPG?et=fcZoMHXbW4yxGNfMe0K1ug&amp;amp;nmid=104805399" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejumlah &lt;/b&gt;peternak unggas khususnya ayam di daerah ini tampaknya mulai melirik usaha di sektor pengadaan bibit. Mereka bukan semata-mata memproduksi telur, melainkan juga menyediakan bibit ternak. Usaha ini kelihatannya cukup beralasan untuk digeluti. Antara lain dalam upaya mengantisipasi pasar, karena dewasa ini permintaan tidak terbatas kepada telur melainkan juga terhadap bibit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelompok Peternak Sepakat di kawasan Kelurahan Telaga Biru, merupakan salah satu kelompok masyarakat yang melakukan usaha pembibitan ayam. Anggotanya tercatat 25 peternak. Mereka berbagi usaha yang harus dilakukan, ada yang khusus melakukan pembibitan ayam Arab. Juga ada yang khusus melakukan penyilangan antara ayam Arab jantan dengan ayam kampung betina.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Ketua Kelompok Peternak Sepakat Tugiyo, bibit ayam silang tersebut setelah dipelihara ternyata tidak kalah hebat dengan induknya. Kualitas telurnya pun demikian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyilangan atau populer dengan sebutan &lt;i&gt;Crossing&lt;/i&gt; juga dilakukan oleh peternak dengan mengawinkan pejantan ayam Arab dengan betina jenis lokal lainnya seperti kate dan &lt;i&gt;white leg horn&lt;/i&gt; (ayam ras). Namun kegiatan ini umumnya masih dalam bentuk ujicoba, tetapi yang sudah bisa dilihat hasilnya adalah penyilangan pejantan ayam Arab dengan betina kampung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi peternak pemula yang mau coba-coba beternak ayam Arab untuk dijadikan ayam petelur, disarankan memelihara sedikitnya l50 ekor piyek (anak ayam Arab umur satu bulan). Setelah berusia selama lima bulan, ayam mulai bertelur dan ini saat yang menggembirakan karena bisa memanen hasilinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang keuntungan bersih yang diperoleh selama empat bulan dari 150 ekor ayam itu, tergolong kecil yakni hanya sekitar Rp525.000. Angka itu belum termasuk hasil dari kotoran ayam yang bisa dijual dengan harga Rp3.500 per karung. Keuntungan pasti dari kotoran ayam memang sulit dihitung karena jarang bahkan mungkin tidak pernah dibukukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Untuk sangu anak-anak," ujar Kisrani Adie, salah seorang peternak di Komplek Air Mantan. Tugiyo menimpali, hasil penjualan pupuk kandang dari kotoran ayam itu untuk jajan cucunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain pemasukan dari pupuk kandang, peternak masih bisa mendapatkan keuntungan apabila pakan ternak sebagian dibuat sendiri. Maksudnya tidak 100 persen menggunakan pakan pabrik. Membuat pakan sendiri bisa menghemat hingga 50 persen dibandingkan menggunakan pupuk pabrik. Kalau ayam petelurnya tidak produktif lagi bisa dijual ke pasar sebagai ayam potong.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi kesimpulannya, beternak ayam Arab masih menjanjikan. Bagi anda yang ingin memelihara ayam Arab untuk sekadar menyalurkan hobi bisa membeli ayam Arab dara per ekornya berharga Rp30.000. Untuk ini ada dua keuntungan yang diperoleh, yaitu mendapatkan telurnya karena ayam betina akan bertelur pada usia lima bulan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siapa tahu, berawal dari hobi lama-lama bisa menjadi peternak yang berhasil. Sebab menurut keterangan Tugiyo, sebagian besar anggota kelompoknya beternak ayam awalnya hanya sebagai hobi. Tetapi lama kelamaan justru menjadi mata pencaharian yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga. Bahkan lebih dari itu, untuk memenuhi gizi keluarga tidak perlu harus membeli. Cukup memotong satu atau dua ekor ayam Arab piaraan sendiri, rasa dagingnya tidak kalah dengan rasa daging ayam kampung biasa. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Analisa Usaha Beternak Ayam Arab&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Beli &lt;/b&gt;piyek umur satu bulan dan usia lima mulai bertelur. Biaya yang harus dikeluarkan selama empat bulan dalam pemeliharaan sebesar Rp2.850.000 dan keuntungan bersih yang didapat Rp525.000.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="7" cellspacing="1" width="409"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;Perhitungannya sebagai berikut:&lt;/h3&gt;     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Harga piyek l50 x Rp5.000 &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 750.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Pakan &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 1.800.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Obat-obatan &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 100.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Air minum (air PDAM) &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 120.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Listrik (penerangan/pemanasan) &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 80.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Jumlah &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 2.850.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Harga jual telur &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 3.375.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Keuntungan bersih selama empat bulan &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 525.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber artikel : saroso sundoro&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-6285545253905738903?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/6285545253905738903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=6285545253905738903' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/6285545253905738903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/6285545253905738903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/sejumlah-peternak-unggas-khususnya-ayam.html' title='Bisnis Unggulan : Ayam Arab'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-2440215429294762726</id><published>2008-12-14T05:52:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T05:56:30.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belut'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Belut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/SUQ9fSZjZqI/AAAAAAAAAGo/2d1584tIbSg/s1600-h/Pati+bibit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 164px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/SUQ9fSZjZqI/AAAAAAAAAGo/2d1584tIbSg/s200/Pati+bibit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279412270909318818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Siang itu Juli 2006 di Batutulis, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, pancaran matahari terik membuat Ruslan Roy harus berteduh. Ia tetap awas melihat kesibukan pekerja yang memilah belut ke dalam 100 boks styrofoam. Itu baru 3,5 ton dari permintaan Hongkong yang mencapai 60 ton/hari, ujar Ruslan Roy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Alumnus Universitras Padjadjaran Bandung itu memang kelimpungan memenuhi permintaan belut dari eksportir. Selama ini ia hanya mengandalkan pasokan belut dari alam yang terbatas. Sampai kapan pun tidak bisa memenuhi permintaan, ujarnya. Sebab itu pula ia mulai merintis budi daya belut dengan menebar 40 kg bibit pada Juli 1989. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Roy-panggilan akrab Ruslan Roy-memperkirakan seminggu setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-61 RI semua &lt;i&gt;Monopterus albus&lt;/i&gt; yang dibudidayakan di kolam seluas 25 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; itu siap panen. Ukuran yang diminta eksportir untuk belut konsumsi sekitar 400 g/ekor. Bila waktu itu tiba, eksportir di Tangerang yang jauh-jauh hari menginden akan menampung seluruh hasil panen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Untuk mengejar ukuran konsumsi, peternak di Jakarta Selatan itu memberi pakan alami berprotein tinggi seperti cacing tanah, potongan ikan laut, dan keong mas. Pakan itu dirajang dan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh/hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Dengan asumsi tingkat kematian 5-10% hingga berumur 9 bulan, Roy menghitung 4-5 bulan setelah menebar bibit, ia bakal memanen 400 kg belut. Dengan harga Rp40.000/kg, total pendapatan yang diraup Rp 16 juta. Setelah dikurangi biaya-biaya sekitar Rp 2 juta, diperoleh laba bersih Rp 14 juta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Keuntungan itu akan semakin melambung karena pada saat yang sama Roy membuat 75 kolam di Rancamaya, Bogor, masing-masing berukuran sekitar 25 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; berkedalaman 1 m. Pantas suami Kastini itu berani melepas pekerjaannya sebagai konsultan keuangan di Jakarta Pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Perluas areal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Nun di Bandung, Ir R M Son Son Sundoro, lebih dahulu menikmati keuntungan hasil pembesaran belut. Itu setelah ia dan temannya sukses memasok ke beberapa negara. Sebut saja &lt;st1:city st="on"&gt;Hongkong&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Taiwan&lt;/st1:country-region&gt;, Cina, &lt;st1:city st="on"&gt;Jepang&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;, dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Menurut Son Son pasar belut mancanegara tidak terbatas. Oleh karena itu demi menjaga kontinuitas pasokan, ia dan eksportir membuat perjanjian di atas kertas bermaterai. Maksudnya agar importir mendapat jaminan pasokan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sejak 1998, alumnus Teknik dan Manajemen Industri di Institut Teknologi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, itu rutin menyetor 3 ton/hari ke eksportir. Itu dipenuhi dari 30 kolam berukuran 5 m x 5 m di Majalengka, Ciwidey, Rancaekek, dan 200 kolam plasma binaan di Jawa Barat. Ia mematok harga belut ke eksportir 4-5 &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;US&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;$, setara Rp 40.000-Rp 60.000/kg isi 10-15 ekor. Sementara harga di tingkat petani plasma Rp 20.000/kg.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Permintaan ekspor belut &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: 1.5pt outset ; background: green none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" border="1" cellpadding="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Negara Tujuan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Kebutuhan (ton/minggu)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Jepang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;1.000&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Hongkong&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;350&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Cina&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;300&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;80&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;20&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Korea&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;10&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;5&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sumber: Drs Ruslan Roy, MM, Ir R. M. Son Son Sundoro, &lt;a href="http://www.eelstheband.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.eelstheband.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan telah diolah dari berbagai sumber.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Terhitung mulai Juli 2006, total pasokan meningkat drastis menjadi 50 ton per hari. Itu diperoleh setelah pria 39 tahun itu membuka kerja sama dengan para peternak di dalam dan luar Pulau Jawa. Awal 2006 ia membuka kolam pembesaran seluas 168 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; di Payakumbuh, Sumatera Barat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Di tempat lain, penggemar &lt;i&gt;travelling&lt;/i&gt; itu juga membuka 110 kolam jaring apung masing-masing seluas 21 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; di Waduk Cirata, Kabupaten Bandung. Total jenderal 1 juta bibit belut ditebar bertahap di jaring apung agar panen berlangsung kontinu setiap minggu. Dengan volume sebesar itu, ayah tiga putri itu memperkirakan keuntungan sebesar US$2.500 atau Rp 20.500.000 per hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Di Majalengka, Jawa Barat, Muhammad Ara Giwangkara juga menuai laba dari pembesaran belut. Sarjana filsafat dari IAIN Sunan Gunungjati, Bandung, itu akhir Desember 2005 membeli 400 kg bibit dari seorang plasma di Bandung seharga Rp 11,5 juta. Bibit-bibit itu kemudian dipelihara di 10 kolam bersekat asbes berukuran 5 m x 5 m. Berselang empat bulan, belut berukuran konsumsi, 35-40 cm, sudah bisa dipanen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Dengan persentase kematian dari burayak hingga siap panen 4%, Ara bisa menjual sekitar 3.000 kg belut. Karena bermitra, ia mendapat harga jual Rp12.500/kg. Setelah dikurangi ongkos perawatan dan operasional sebesar Rp 9 juta dan pembelian bibit baru sebesar Rp 11,5 juta, tabungan Ara bertambah Rp17 juta. Bagi Ara hasil itu sungguh luar biasa, sebab dengan pendapatan Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan, ia sudah bisa melebihi gaji pegawai negeri golongan IV.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Bibit meroket&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Gurihnya bisnis belut tidak hanya dirasakan peternak pembesar. Peternak pendeder yang memproduksi bibit berumur tiga bulan turut terciprat rezeki. Justru di situlah terbuka peluang mendapatkan laba relatif singkat. Apalagi kini harga bibit semakin meroket. Kalau dulu Rp 10.000/kg, sekarang rata-rata Rp 27.500/kg, tergantung kualitas, ujar Hj Komalasari, penyedia bibit di Sukabumi, Jawa Barat. Ia menjual minimal 400-500 kg bibit/bulan sejak awal 1985 hingga sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Pendeder pun tak perlu takut mencari pasar. Mereka bisa memilih cara bermitra atau nonmitra. Keuntungan pendeder bermitra: memiliki jaminan pasar yang pasti dari penampung. Yang nonmitra, selain bebas menjual eceran, pun bisa menyetor ke penampung dengan harga jual lebih rendah 20-30% daripada bermitra. Toh, semua tetap menuai untung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sukses Son Son, Ruslan, Ara, dan Komalasari memproduksi dan memasarkan belut sekarang ini bak bumi dan langit dibandingkan delapan tahun lalu. Siapa yang berani menjamin kalau belut &lt;i&gt;booming&lt;/i&gt; gampang menjualnya, ujar Eka Budianta, pengamat agribisnis di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Menurut Eka, memang belut segar kini semakin dicari, bahkan harganya semakin melambung jika sudah masuk ke restoran. Untuk harga satu porsi &lt;i&gt;unagi&lt;/i&gt;-hidangan belut segar-di restoran Jepang yang cukup bergengsi di Jakarta Selatan mencapai Rp 250.000. Apalagi bila dibeli di &lt;st1:city st="on"&gt;Tokyo&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Osaka&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, maupun di restoran Jepang di kota-kota besar dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Dengan demikian boleh jadi banyak yang mengendus peluang bisnis belut yang kini pasarnya menganga lebar. Maklum pasokan belut-bibit maupun ukuran konsumsi-sangat minim, sedangkan permintaannya membludak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sumber artikel : (Hermansyah/Peliput: Lani Marliani)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-2440215429294762726?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/2440215429294762726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=2440215429294762726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/2440215429294762726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/2440215429294762726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-belut.html' title='Bisnis Unggulan : Belut'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/SUQ9fSZjZqI/AAAAAAAAAGo/2d1584tIbSg/s72-c/Pati+bibit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-8379873602437939315</id><published>2008-12-13T22:45:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T22:53:50.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gurami'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Gurami</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="isi"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;1. Sekilas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Gurame&lt;/span&gt; merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut berwarnakekuningkuningan/ keperak-perakan. Ikan gurame merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;gurami&lt;/span&gt;, Gurameh, orang Sumatra ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;2.SENTRA PERIKANAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi" valign="top"&gt;Daerah di Indonesia yang menjadi sentra perikanan yaitu: Sumatera, NTB dan Jawa. Sedangkan di luar negeri yaitu: Thailand, Jepang dan Filipina.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;3.JENIS&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;Klasifikasi &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;ikan gurame&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;adalah sebagai              berikut:&lt;br /&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="95%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" class="isi" width="20%"&gt;Klas&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi" width="80%"&gt;: Pisces&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Sub Kelas&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;: Teleostei&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Ordo&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;: Labyrinthici&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Sub Ordo&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;: Anabantoidae&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Famili &lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;: Anabantidae&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Genus &lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;: Osphronemus&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Species &lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;: Osphronemus goramy (Lacepede)&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jenis gurami yang sudah dikenal masyarakat diantaranya: gurami angsa, gurami jepun, blausafir, paris, bastar dan porselen. Empat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor. Dibanding gurame jenis lain, porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu 10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai top of the pop, dan paling banyak diunggulkan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;4.MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt; Sebagai sumber penyediaan protein hewani.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;5.PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt; &lt;p&gt;Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;3.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Ikan gurame&lt;/span&gt; dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan                    berada pada ketinggian 50-400 m dpl.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;4.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;5.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame. Untuk pemeliharaan secara tradisional pada kolam khusus, debit air yang diperkenankan adalah 3 liter/detik, sedangkan untuk pemeliharaan secara polikultur, debit air yang ideal adalah antara 6-12 liter/detik.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;6.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;7.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat                    C.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;5.PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;           &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td style="text-align: justify;" class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kolam&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                    Jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya                              ikan gurame antara lain:&lt;br /&gt;                    &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="93%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kolam penyimpanan induk&lt;br /&gt;Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam pemijahan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistim pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan&lt;br /&gt;adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat C; kedalaman air 75-100 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir. Tempatkan sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kolam pemeliharaan benih/kolam                                    pendederan&lt;br /&gt;Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;d)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kolam pembesaran&lt;br /&gt;Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;e)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam/tempat pemberokan&lt;br /&gt;                          Merupakan tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                             Adapun cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;                    &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="93%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m2).&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Buatlah pematangnya dengan ukuran; bagian atas lebarnya 0,5 m, bagian bawahnya 1 m dan tingginya 1 m.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Pasanglah pipa/bambu besar untuk pemasukan dan pengeluaran air. Aturlah tinggi rendahnya, agar mudah memasukkan dan mengeluarkan air.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;d)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Cangkullah tanah dasar kolam induk agar gembur, lalu diratakan lagi. Tanah akan jadi lembut setelah diairi, sehingga lobang-lobang tanah akan tertutup, dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori itu. Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;e)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Buatlah saluran ditengah-tengah kolam induk, memanjang dari pintu masuk air ke pintu keluar. Lebar saluran itu 0,5 m dan dalamnya 15 cm.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;f)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Keringkanlah kolam induk dengan 2 karung pupuk kandang yang disebarkan merata, kemudian air dimasukkan. Biarkan selama 1 minggu, agar pupuk hancur dan meresap ke tanah dan membentuk lumut, serta menguji agar kolam tidask bocor. Tinggi air 0,75-1 m.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                    &lt;br /&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas),&lt;br /&gt;seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td style="text-align: justify;" class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemilihan Induk&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;                    Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai                              berikut:&lt;br /&gt;                    &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Memiliki sifat pertumbuhan yang                                    cepat.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Bentuk badan normal (perbandingan                                    panjang dan berat badan ideal).&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Ukuran kepala relatif kecil&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;d)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt; Susunan sisik teratur,licin,                                    warna cerah dan mengkilap serta tidak luka.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;e)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Gerakan normal dan lincah.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;f)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Bentuk bibir indah sepertipisang,                                    bermulut kecil dan tidak berjanggut.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;g)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Berumur antara 2-5 tahun.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                    &lt;br /&gt;Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;                    &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Betina&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dahi meninjol.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dasar sirip dada terang                                          gelap kehitaman.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dagu putih kecoklatan.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Jika diletakkan pada tempat                                          datar ekor hanya bergerak-gerak.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Jika perut distriping tidak                                          mengeluarkan cairan. &lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Jantan&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dahi menonjol.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dasar sirip dada terang                                          keputihan.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dagu kuning.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Jika diletakkan pada tempat                                          datar ekor akan naik.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Jika perut distriping mengeluarkan                                          cairan sperma berwarna putih.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                    &lt;br /&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Induk&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas 10 m2) disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Beri makanan selama dalam penampungan. Untuk setiap induk dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blekminyak tanah setiap kali pemberian.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pembenihan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bila proses pematangan gonada (kandung telur dan sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk segera dimasukkan dalam kolam pemijahan. Adapun cara pemijjahan ikan gurame adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;                    &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="93%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 5 hari, perbaiki tanggul dan dasar kolam. &lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Lakukan pengapuran dan pemupukan. Pemupukan dasar dengan pupuk kandang dosis 7,5 kg/100 meter persegi dan biarkan selama 3 hari.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt; Tanami dasar kolam dengan tanaman                                    ganggang buntut anjng&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;d)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Isikan air yang telah dicampur dengan pupuk buatan TSP sebantak 500 gram/100 meter persegi, biarkan selama 1 minggu kemudian isikan air hingga kedalaman 75 cm.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;e)&lt;/td&gt;                                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Untuk kolam seluas 100 meter persegi bisa disebar induk sebanyak 30 ekor betina dan 10 ekor jantan. Setelah pemijahan berlangsung, 1-2 hari induk betina akan melepaskan telur-telurnya ke dalam sarang yang kemudian disemproti sperma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur. 20-30 hari kemudian, induk-induk yang terpelihara baik akan berpijah lagi dan beberapa hari kemudian telur akan menetas.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                    &lt;br /&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Benih-benih yang telah berumur 1-2 bulan sejak menetas dapat dibesarkan pada kolam pendederan atau disawah sebagai penyelang. Dalam pelaksanaan pendederan adalah melakukan pengeringan kolam atau sawah, pemupukan, perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air.&lt;br /&gt;Setelah persiapan selesai, benih ditebarkan dengan kepadatan 30 ekor/meter persegi dengan ukuran benih 5-10 cm pada kolam pendederan. Makanan yang dapat diberikan selama pemeliharaan adalah rayap atau daun-daunan yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% berat badan ratarata. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu dengan takaran 1 blek minyak tanah untuk 100 ekor benih. Lamanya pendederan sekitar 1-2 bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Pembesaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td style="text-align: justify;" class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan                              secara polikultur maupun monokultur.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="93%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Polikultur&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;                                Ikan gurame&lt;/span&gt; dipeliharan bersama ikan tawes, ikan mas, nilem, mujair atau lele. Cara ini lebih menguntungkan karena pertumbuhan ikan gurame yang cukup lambat.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Monokultur&lt;br /&gt;Pada pemeliharaan gurame tersendiri, bibit yang disebar minimal harus berumur 2 bulan. Penebaran bibit sejumlah 500 ekor (ukuran 10-15 cm) diperlukan luas kolam sekitar 1500 meter persegi&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                    &lt;br /&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemupukan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pemupukan dapat dilakukan dengan bahan kimia dan pupuk kandang. Pada umumnya pemupukan hanya dilakukan 1 kali dalam setiap pemeliharaan, dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi hewan peliharaan.&lt;br /&gt;Tahap pertama pemupukan dilakukan pada waktu kolam dikeringkan. Pada saat ini pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam, air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari.&lt;br /&gt;Pada tahap berikutnya pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m2 kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;                  &lt;/li&gt;&lt;li class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemberian Pakan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan, diantaranya: daun pepaya, keladi, ketela pohon, genjer, kimpul, kangkung, ubi jalar, ketimun, labu dan dadap.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk-induk gurame yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Kolam/Tambak&lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Setiap habis panen, kolam dibersihkan/kuras. setelah itu dilakukan pemupukan agar mempengaruhi kesuburan kolam, sehingga bila benih disebarkan, kesuburan ikan akan terjamin dan pertumbuhan ikan akan cepat. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;7.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Gangguan yang dapat menyebabkan matinya ikan adalah penyakit yang disebut penyakit non parasiter dan penyakit yang disebabkan parasit. Gangguan-gangguan non parasiter bisa berupa pencemaran air seperti adanya gas-gas beracun berupa asam belerang atau amoniak; kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturunan. Penanggulangannya adalah dengan mendeteksi keadaan kolam dan perilaku ikan-ikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Memang diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengetahuinya. ikan-ikan yang sakit biasanya menjadi kurus dan lamban gerakannya.&lt;br /&gt;Gangguan lain yang berupa penyakit parasiter, yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Bila ikan terkena penyakit yang disebabkan parasit, dapat dikenali sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1) &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi" width="97%"&gt; &lt;p&gt;Penyakit pada kulit; pada bagian-bagian tertentu berwarna merah terutama di bagian dada, perut dan pangkal sirip.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Penyakit pada insang; tutup insang mengembang. Lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Penyakit pada organ dalam; perut ikan membengkak,                          sisik berdiri.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pencegahan timbulnya penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat ikan dan melakukan penjemuran kolam beberapa hari agar parasit pada segala stadium mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset.&lt;br /&gt;Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya:&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1) &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Pengobatan dengan Kalium Permanganat                          (PK)&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Sediakan air sumur atau sumber air lainnya yang bersih dalam bak penampungan sesuai dengan berat ikan yang akan diobati.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;b.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Buat larutan PK sebanyak 2 gram/10                                liter atau 1,5 sdt/100 l air.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;c.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Rendam ikan yang akan diobati dalam larutan tersebut selama 30-60 menit dengan diawasi terus menerus.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;d.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Bila belum sembuh betul, pengobatan                                ulang dapat dilakukan 3 atau 4 hari kemudian.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Pengobatan dengan Neguvon. Ikan direndam pada larutan neguvon dengan 2-3,5% selama 3 mernit. Untuk pembe-rantasan parasit di kolam, bahan tersebut dilarutkan dalam air hingga konsentrasi 0,1% Neguvon lalu disiramkan ke dalam kolam yang telah dikeringkan. Biarkan selama 2 hari.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Pengobatan dengan garam dapur. Hal ini dilakukan di pedesaan yang sulit mendapatkan bahan-bahan kimia. Caranya: (1) siapkan wadah yang diisi air bersih. setiap 100 cc air bersih dicampurkan 1-2 gram (NaCl), diaduk sampai rata; (2) ikan yang sakit direndam dalam larutan tersebut. Tetapi karena obat ini berbahaya, lamanya perendaman cukup 5-10 menit saja. (3) Setelah itu segera ikan dipindahkan ke wadah yang berisi air bersih untuk selanjutnya dipindahkan kembali ke dalam kolam; (4) pengobatan ulang dapat dilakukan 3-4 hari kemudian dengan cara yang sama. &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;7.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Hama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            Bagi benih &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;gurame&lt;/span&gt; musuh yang paling utama adalah gangguan dari ikan liar/pemangsa dan beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes, gurame dan sepat. Musuh lainnya adalah biawak, katak, ular dan bermacam-macam burung pemangsa.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pemanenan benih dapat dilakukan setelah benih berumur 1 bulan. Caranya dengan menyurutkan air sedikit demi sedikit sementara saluran air masuk diperkecil. Pasanglah jaring lembut di pintu pengeluaran untuk menampung benih atau bisa juga dengan membuat parit di tengah kolam menuju ke lubang pengeluaran. Bibit yang terawat baik bisa mencapai bobot 0,3 gram/ekor pada saat dipanen.&lt;br /&gt;Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat tersantung dari ukuran yang diminta konsumen. Umumnya pemanenan dilakukan setelah ikan berumur 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Adapun cara penangkapan: air disurutkan sedikit demi sedikit, penangkapan dilakukan pada pagi hari. Hindari cara penangkapan yang dapat menyebabkan ikan terluka.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pembersihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Setelah air kolam surut, benih digiring masuk ke petak kecil. Kemudian diserok dan dimasukkan ke dalam keranjang panen. Biasanya waktu panen tidak hanya gurame saja yang tertangkap, sehingga sebelum ikan dimasukkan ke kolam pemberokan, harus diseleksi dan dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan benih dilakukan selama 1 hari. tujuannya agar ikan tidak mabuk sewaktu diangkut ke pasar. Lamanya pembersihan disesuaikan dengan besarnya benih. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                  &lt;td&gt;&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;9.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penanganan ikan hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Dalam pengangkutan gunakan                                air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;b.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Waktu pengangkutan hendaknya pada                                pagi hari atau sore hari.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;c.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan                                tidak terlalu padat.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Penanganan ikan segar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Penangkapan harus dilakukan                                hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;b.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Sebelum dikemas, ikan harus dicuci                                agar bersih dan lendir.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;c.&lt;/td&gt;                             &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es                          dengan suhu 6-7 derajat C.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;          &lt;br /&gt;Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan pascapanen benih adalah sebagai berikut: &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" width="96%"&gt;Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;"&gt;Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;"&gt;Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama                          beberapa hari.&lt;br /&gt;Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan                          benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Sistem terbuka&lt;br /&gt;Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;b.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Sistem tertutup&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik: (1) masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih; (3) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air; (3) alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2); (4) kantong plastik lalu diikat. (5) kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;br /&gt;    Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat              tujuan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom                    (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin                    selama 1-2 menit. &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;5.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.                  &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;          Perkiraan analisis &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;bisnis&lt;/span&gt; untuk budidaya ikan gurame untuk 6 empang selama 1 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; 1) Biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;           &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Sewa lahan 6 empang @ Rp. 80.000,-/bulan &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 480.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Benih per empang 4000 ekor @Rp 150,- &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 3.600.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pakan&lt;br /&gt;                - Postal per empang 7 karung @ Rp 10.000,-&lt;br /&gt;                - Rambo per empang 5 karung @ Rp 2.500,- &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;                Rp. 420.000,-&lt;br /&gt;                Rp. 75.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Obat&lt;br /&gt;                - Super tetra per empang 2 tablet @ Rp 1.000,- &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;                Rp 12.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;5)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Tenaga kerja 2 OH @ Rp 20.000,- &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 40.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;6)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Lain-lain (pemeliharaan) &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 460.700,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Jumlah biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Rp. 5.089.700,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="72%"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penerimaan per empang 4000 ekor                          @ Rp. 400,-&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="25%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;9.600.000,-&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Rp.&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; 4.510.300,-&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Parameter kelayakan usaha&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                B/C Rasio &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;                = 1,89 &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;          Budidaya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;ikan gurame&lt;/span&gt;, mempunyai prospek &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;bisnis&lt;/span&gt; dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi. disamping rasanya yang lezat dan empuk, ikan ini pun digemari banyak orang. Sudah menjadi tradisi dalam setiap kendurian, ikan gurame selalu menjadi syarat utama hidangan. Disamping rasanya itu, perawatannya pun tidak terlalu sulit dan tidak memakan banyak biaya, sehingga banyak petani ikan yang mulai menggemari, membudidayakan ikan ini, karena harga dari setiap bibitnya yang murah dapat menghasilkan keuntungan 3 kali lipat dari harga bibit. Harga dari ikan gurame di pasaran sangat bervariasi tergantung dari bobot ikan tersebut.&lt;br /&gt;Ikan gurame dengan berat 1,5 kg dapat mencapai harga Rp 6.000-Rp 8.000 tergantung keadaan pada saat itu.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;RUSDI, Taufiq. Usaha budidaya Ikan Gurame. Jakarta                    : CV. simplek, 1987&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;SITANGGANG, M. Budidaya Gurame. Jakarta : Penerbit Swadaya,                    1999&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;____________. Kumpulan Gurame Kliping Ikan. Jakarta : trubus,                    1997&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUGAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS; Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;S&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;umber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat          Pedesaan, Bappenas&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-8379873602437939315?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/8379873602437939315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=8379873602437939315' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/8379873602437939315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/8379873602437939315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/1.html' title='Bisnis Unggulan : Gurami'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-6659763895121622788</id><published>2008-12-13T21:57:00.008+07:00</published><updated>2008-12-13T22:41:30.948+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamur Tiram'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Jamur Tiram</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/SUPVqojDjMI/AAAAAAAAAGg/M_pl75doOI0/s1600-h/100_0722.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 167px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/SUPVqojDjMI/AAAAAAAAAGg/M_pl75doOI0/s200/100_0722.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279298116624026818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada cara teknologi yang cukup praktis didalam melakukan  budidaya jamur tiram Pleurotus spp, yakni melalui beberapa tahapan dalam membuat media bibit induk (spawn) dan juga ada beberapa tahapan untuk memproduksi jamur tiramnya agar mendapatkan hasil panen yang baik. Pada tahapan membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="arial8point-white"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pertama, bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan pH 7.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/alumunium foil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah keenam, lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="arial8point-white"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahap selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah :&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="arial8point-white"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah ketiga, membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2% kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65%, pH 7.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen pada ahri itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah kelima, sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelahsuhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah jamur/kumbung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 derajat C tanpa cahaya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90 %.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah terakhir panen jamur tiram. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan kebersihan kumbung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="arial8point-white" style=""&gt;Sumber artikel : &lt;i&gt;Sinar Tani&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-6659763895121622788?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/6659763895121622788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=6659763895121622788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/6659763895121622788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/6659763895121622788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-jamur-tiram.html' title='Bisnis Unggulan : Jamur Tiram'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/SUPVqojDjMI/AAAAAAAAAGg/M_pl75doOI0/s72-c/100_0722.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-6023497151215281627</id><published>2008-12-13T21:52:00.001+07:00</published><updated>2008-12-13T21:57:00.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelinci'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Kelinci</title><content type='html'>&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut sistem Binomial,                bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;     &lt;table border="0" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="23%"&gt;Ordo&lt;/td&gt;                   &lt;td width="77%"&gt;: Lagomorpha&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;Famili&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;: Leporidae&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;Sub famili&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;: Leporine&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;Genus&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;: Lepus, Orictolagus&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;Spesies&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;: Lepus spp., Orictolagus spp.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;br /&gt;Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lainhingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" height="36" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt;Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td height="36" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt; Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising dan terlindung dari predator.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td height="1274" valign="top"&gt;Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan. &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana                      dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan kandang anak lepas sapih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;           Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:                     &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="4%"&gt; 1)&lt;/td&gt;                         &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.&lt;br /&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;2)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kandang sistem ranch ; dilengkapi                              dengan halaman pengumbaran.&lt;br /&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;3)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="534"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="534"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.&lt;br /&gt;           &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                         &lt;td width="96%"&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.&lt;br /&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;Perawatan Bibit dan Calon Induk&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sistem Pemuliabiakan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu: &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;a.&lt;/td&gt;                                 &lt;td width="639"&gt; &lt;div align="justify"&gt;In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.&lt;br /&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;b.&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;c.&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;4)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;Reproduksi dan Perkawinan&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="60"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.&lt;br /&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td height="18"&gt; &lt;div align="justify"&gt;5)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Proses Kelahiran&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td height="60"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="436"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="423" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18" width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.&lt;br /&gt;               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18"&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; Pengontrolan Penyakit&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="46"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.&lt;br /&gt;               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18"&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Perawatan Ternak&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td height="1"&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pemberian Pakan&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td height="1"&gt;5)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pemeliharaan Kandang&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar, matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;1)&lt;/td&gt;                   &lt;td width="692"&gt;Bisul&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.&lt;br /&gt;             &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; pembedahan dan pengeluaran                        darah kotor selanjutnya diberi Jodium.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;2)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Kudis&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; Darcoptes scabiei.&lt;br /&gt;            &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; ditandai dengan koreng di                      tubuh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan antibiotik                      salep.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;3)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Eksim&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; kotoran yang menempel                      di kulit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; menggunakan                      salep/bedak Salicyl.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;4)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Penyakit telinga&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt; &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; kutu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; meneteskan minyak nabati.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;5)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Penyakit kulit kepala&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;jamur.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala                      :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; timbul semacam sisik pada kepala.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan bubuk belerang.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;6)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Penyakit mata&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      bakteri dan debu.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; mata                      basah dan berair terus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      dengan salep mata.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;7)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Mastitis&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.&lt;br /&gt;             &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; puting mengeras dan panas                        bila dipegang.&lt;br /&gt;             &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan tidak menyapih                        anak terlalu mendadak.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;8)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Pilek&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        virus.&lt;br /&gt;             &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; hidung berair terus.&lt;br /&gt;             &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; penyemprotan antiseptik                        pada hidung.&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;9)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Radang paru-paru&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; bakteri Pasteurella multocida.            &lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; napas sesak, mata dan                      telinga kebiruan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      diberi minum Sul-Q-nox.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;10)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Berak darah&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; protozoa Eimeira.&lt;br /&gt;            &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; nafsu makan hilang, tubuh                      kurus, perut membesar dan mencret darah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam                      1 liter air.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td height="1" width="27"&gt;&lt;div align="justify"&gt;11)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hama pada kelinci umumnya                        merupakan predator dari kelinci seperti anjing.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;br /&gt;Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;             Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;             Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8.3.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;             &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.1.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt; Stoving&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap .&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.2.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;             Pemotongan dapat dengan 3 cara:&lt;br /&gt;1) Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan saat koma disembelih.&lt;br /&gt;2) Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.&lt;br /&gt;             3) Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.3.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengulitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;             Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan                        posisi kelinci digantung.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.4.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengeluaran Jeroan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.5.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan Karkas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Analisis                      Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor induk: &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="4%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;1)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;Biaya Produksi&lt;br /&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="32%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="3%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;a. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="61%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Kandang dan perlengkapan                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;b.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000,&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.      600.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;c.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,-                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.        60.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;d.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Pakan&lt;br /&gt;                   - Sayur + rumput &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="bottom"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;- Konsetrat (pakan tambahan)                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   2.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;e.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Obat&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;f. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   3.600.000,-                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   9.260.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;2)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2" height="1"&gt;                           &lt;div align="justify"&gt;Pendapatan&lt;br /&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2" valign="bottom"&gt;Kelahiran hidup/induk/tahun                            = 31 ekor&lt;br /&gt;                 Penjualan:&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="bottom"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;a. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Bibit: 20 x 15                              x Rp. 20.000,- &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   6.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;b.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Kelinci potong 20 x 15 x Rp.                              50.000,- &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp. 15.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;c. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Feses/kotoran&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Rp.        60.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;d. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Bulu &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.      750.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;Jumlah pendapatan &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp. 21.810.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;3)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt; Keuntungan &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp. 12.550.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;4)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt; Parameter kelayakan usaha&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;- B/C ratio &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;= 2,36&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="87"&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;            &lt;br /&gt;Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung                    Puyuh, Yasaguna, Jakarta. &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius,                    Yogyakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt; Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya,                    Jakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya,                    Malang.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;         Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek,&lt;br /&gt;         Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,&lt;br /&gt;         Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" title="http://www.ristek.go.id" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber artikel :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;   Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-6023497151215281627?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/6023497151215281627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=6023497151215281627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/6023497151215281627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/6023497151215281627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-kelinci.html' title='Bisnis Unggulan : Kelinci'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-936999720485088437</id><published>2008-12-13T21:47:00.002+07:00</published><updated>2008-12-13T21:51:13.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Botol Aqua Bekas'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Botol Aqua Bekas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://agoong.files.wordpress.com/2008/03/botol_bekas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 181px;" src="http://agoong.files.wordpress.com/2008/03/botol_bekas.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Botol minuman mineral yang terbuang jumlahnya cukup fantastic di kota-kota besar. Ini tidak lain karena besarnya konsumsi minuman air mineral yang cukup tinggi. dampak lainya sudah barang tentu sampah bekas minuman air mineral itu juga menjadi banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi untungnya sudah banyak pula yang bisa melihat peluang emas dari botol bening atau berwarna itu. Mulai ada yang memanfaatkan untuk hiasan atau ornamen di pagar,tiang,tembok,hiasan gantung,menjadi tempat pensil,bumbu dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun ada pula yang mengolahnya kembali menjadi bahan plastik recicle yang mempunyai nilai ekonomis yang tak kalah bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya jenis bahan bekas botol minuman air mineral atau isotonik yang lainnya terbuat dari jenis PET. Ada juga yang terbuat dari bahan plastik PP,PVC ataupun yang lainnya dengan sebutan plastik bodongan atau bodong. ciri bodongan bisa dilihat dari garis tipis yang tampak dibagian tengah botol yang menunjukan bahwa bahan bekas botol tersebut di buat dengan menggunakan mesin blowing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemisahan jenis yang sama di dalam penjualan sangat penting sekali untuk mendongkrak harga jual dipasaran. Begitu pula tingkat kebersihan botol.&lt;br /&gt;Pemisahan bisa dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Berdasarkan warna &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdasarkan tingkat kebersihan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jenis bahan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;serta pemisahan dari bahan yang tak sejenis seperti pada bagian tutup botol dan kulit packagingnya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jangkauan pasar bahan jenis bodong ini sangatlah luas sehingga biasanya jumlah berapapun yang bisa kita kumpulkan 100% akan terserap oleh pasar. Termasuk bahan tutup dan plastik packagingnya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-936999720485088437?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/936999720485088437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=936999720485088437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/936999720485088437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/936999720485088437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-botol-aqua-bekas.html' title='Bisnis Unggulan : Botol Aqua Bekas'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-7164418477432270977</id><published>2008-12-13T21:00:00.002+07:00</published><updated>2008-12-13T21:45:14.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepiting'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Kepiting</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3e/Blue_crab_on_market_in_Piraeus_-_Callinectes_sapidus_Rathbun_20020819-317.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 229px; height: 171px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3e/Blue_crab_on_market_in_Piraeus_-_Callinectes_sapidus_Rathbun_20020819-317.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Kepiting merupakan salah satu komoditi perikanan yang perlu mendapat perhatian, karena disamping harganya yang cukup mahal di pasaran lokal, juga memberi peluang untuk pasaran ekspor. Di pasaran dalam negeri pun kepiting masih terbatas pada pasar swalayan di kota-kota besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Produk kepiting saat ini masih mengandalkan hasil tangkapan para pemancing, kemudian ditampung oleh para pedagang dan seterusnya oleh pedagang tersebut dipasarkan ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;pasar-pasar swalayan atau ke konsumen langsung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Namun ada kendala yang dihadapi oleh pedagang kepiting bahwasanya ada persyaratan yang harus dipenuhi agar kepiting laku dipasaran dengan harga yang tinggi. Persyaratan agar kepiting laku baik adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;    &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Kepiting        yang sudah matang telur (Kriteria ini merupakan kepiting yang mempunyai        harga cukup tinggi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Kepiting        gemuk (kriteria ini harganya lebih rendah dibandingkan dengan yang matang        telur).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Sejalan dengan hal tersebut diatas, perlulah kiranya diadakan usaha agar kepiting yang dipasarkan mempunyai kriteria yang diinginkan para konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Salah satu usaha yang paling tepat saat ini adalah usaha budidaya penggemukan kepiting. Masa yang diperlukan untuk budidaya ini cukup 1- 3 minggu sudah bisa dipanen dengan cara selektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;METODE    BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Metode    budidaya kepiting ada beberapa cara diantaranya adalah : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Dengan      sistem hamparan tambak (Gambar 1), ukuran antara 5000 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Pada      penebaran 5 ekor/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, namun untuk mencari bibit yang jumlahnya sampai ribuan sekaligus tidak mungkin. Umumnya penebaran bibit dilakukan secara bertahap dan cara memanennyapun secara selektif pula.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Dengan sistem karamba bamboo (Gambar 2). Ukuran panjang 2,5      m, lebar 2 m dan tinggi 1,75 m. Padat penebaran 25 - 30 ekor/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;. Karamba ini dipasang pada saluran sungai yang tidak terlalu deras, misalnya di muara. Pemasangan dilakukan sehingga 1/4 bagian tidak terendam air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;TEKNIK    BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1.    Pemilihan Lokasi &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya pada usaha budidaya perikanan yang lain, pada usaha budidaya kepiting ini juga memerlukan persyaratan lokasi yang harus dipenuhi. Hal ini agar dapat mencapai keberhasilan yang diimpikan. Persyaratan lokasi budidaya kepiting antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;    &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Aliran        sungai yang tidak deras&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Banyak        ditumbuhi pohon bakau atau api-api&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Kedalaman        tidak lebih dari 75 cm&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Sumber        air tersedia sepanjang tahun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Kadar        garam antara 15 - 30 ‰&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Suhu        bervariasi antara 24 - 32&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; pH        antara 7,0 - 8,5&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Air        tidak tercemar limbah racun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2.    Cara Memperoleh Bibit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan suatu budidaya perikanan disamping ditunjang teknik budidaya yang handal, tersedianya bibit juga sangat menentukan. Untuk usaha budidaya penggemukan kepiting ada cara untuk memperoleh bibit yaitu : Para pemancing menjual kepada pedagang pengumpul, yang kemudian oleh pedagang pengumpul diseleksi sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan, untuk ukuran konsumsi langsung dijual kepada petani pembudidaya. Biasanya ukuran bibit kepiting bervariasi antara 100 - 200 gr.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;"&gt;3.    Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Kepiting termasuk hewan Carnivora (pemakan daging). Bahan pakan untuk kepiting mudah didapat. Pakan kepiting berupa ikan rucah, siput, wideng. Pemberian pakan dilakukan 2 - 3 kali sehari, yaitu : pagi, sore dan malam hari. Adapun dosis pemberian pakan antara 5 - 15% dari perkiraan berat badan kepiting yang dipelihara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.    Pemanenan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masa pemeliharaan penggemukan kepiting relatif singkat atau juga tergantung dari awal penebaran bibit. Untuk bibit ukuran 100 gram dalam masa pemeliharaan 1,5 - 2 bulan sudah bisa mencapai ukuran konsumsi (3 - 4 ekor/kg). Namun apabila awal sudah mempunyai berat lebih dari 200 gram, maka masa pemeliharaan bisa lebih singkat. Petani memanen kepiting dilakukan secara selektif yaitu dengan cara memancing dan memisahkannya antara kepiting yang gemuk dan matang telur. Kepiting yang sedang matang telur mempunyai harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Kemudian kepiting diikat kakinya dengan tali raffia atau karet kemudian dimasukkan ke dalam keranjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;5.    Pemasaran&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran kepiting konsumsi belum ada permasalahan, bahkan permintaan pasar belum terpenuhi karena produksi kepiting sampai saat ini masih mengandalkan hasil tangkapan. Pemasaran kepiting bisa dilakukan di pasar, toko swalayan, pedagang pengumpul (depot) atau pengusaha rumah makan yang&lt;br /&gt;menyediakan sea food. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber    : Warta Jaladri No. 02/12/03, Buletin Balai Diklat Perikanan Tegal.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-7164418477432270977?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/7164418477432270977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=7164418477432270977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/7164418477432270977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/7164418477432270977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-kepiting.html' title='Bisnis Unggulan : Kepiting'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-3733644677271805724</id><published>2008-12-13T20:56:00.002+07:00</published><updated>2008-12-13T21:00:35.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekicot'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Bekicot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://djons.files.wordpress.com/2008/02/bekicot.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0);" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot berasal dari Afrika Timur, tersebar keseluruh dunia dalam waktu relatif singkat, karena berkembang biak dengan cepat. Bekicot tersebar ke arah Timur sampai di kepulauan Mauritius, India, Malaysia, akhirnya ke Indonesia. Bekicot sejak tahun 1933 telah ada disekitar Jakarta, sumber lain menyatakan bahwa bekicot jenis Achatina fulica masuk ke Indonesia pada tahun 1942 (masa pendudukan Jepang). Sampai saat ini, bekicot jenis Achanita fulica banyak terdapat di Pulau Jawa.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;Sentra peternakan bekicot banyak ditemukan di masyarakat pedesaan Jawa Timur, Bogor (Jawa Barat), Sumatera Utara dan Bali.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot diternakkan umumnya jenis Achatina fulica yang banyak disenangi orang, karena bekicot jenis ini banyak mengandung daging. Konon di Eropa, bekicot jenis ini digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut Escargot. Escargot semula berbahan baku Helix pomatia. Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh maka bekicot jenis Achatina fulica menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain pakan ternak bekicot merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap. Masyarakat yang menggemari makanan dari bahan baku bekicot (sate bekicot,&lt;br /&gt;    keripik bekicot ) adalah masyarakat Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu bekicot juga kerap dipakai dalam pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti abortus, sakit waktu menstruasi, radang selaput mata, sakit gigi, gatal-gatal, jantung dan lain-lain. Sedangkan kulit bekicot sangat mujarab untuk penyakit tumor. Sejenis obat yang dikenal berasal dari kulit bekicot, dinamakan Maulie., yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kekejangan, jantung suka berdebar, tidak bisa tidur/insomania, leher membengkak dan penyakit kaum wanita termasuk keputihan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan, agar mudah penanganannya, baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan dalam transportasinya. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="2" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;         &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;                              &lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perkandangan&lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Walaupun lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dalam aslinya dan untuk berkembang biak secara baik bekicot senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25–30 derajat C.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                    Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang,                                antara lain:&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                    &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                    &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                                   &lt;td width="97%"&gt;Kandang kotak kayu&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td&gt;b.&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;Kandang dari bak semen&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td&gt;c.&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;Kandang galian tanah&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                    &lt;br /&gt;Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dari tanah galian, cara pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;                           &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Peralatan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kandang: kayu, semen, bata pasir, kain kasa dan cangkul.&lt;br /&gt;                &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="353"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Peyiapan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku. Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                         &lt;td width="97%"&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;Reproduksi dan Perkawinan&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50 100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;Proses Kelahiran&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                        &lt;/div&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="200"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan budidaya bekicot tergantung pada cara perawatan dan pemeliharaan teknis selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis dalam budidaya bekicot diantaranya meliputi: &lt;/div&gt;        &lt;br /&gt;        &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="237" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;Menjaga kelembaban lingkungan&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot sangat suka tempat yang lembab sehingga untuk mempertahankan kelembaban lingkungan dapat digunakan atap atau perlindungan lain. Pada musim panas kelembaban lingkungan dapatdipertahankan dengan menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; Mempertahankan kondisi likngkungan&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot menyukai tempat yang lembab, namun bukan berarti pada tanah yang becek. Sehingga diperlukan usaha untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai dengan yang dikehendaki bekicot.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pemberian pakan yang bermutu secara teratur&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian pakan yang bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan dan kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat dipenuhi dengan memberi pakan berupa daun-daunan yang disukai dan buah-buahan. Misalnya; daun dan buah pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, swai dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agar bekicot dapat tumbuh baiak tanpa gangguan dari hewan yang merupakan musuhnya dan hewan yang dapat merebut makanannya maka lahan budidaya harus dijaga agar tidak dapat dimasuki hewan-hewan lain.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;5)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Menjaga bekicot agar tidak keluar dari areal pemeliaraan.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Untuk menjaga agar bekicot tidak keluar dari areal dapat                          dilakukan hal&lt;br /&gt;              sebagai berikut:&lt;br /&gt;              a. membuat tutup kandang (bila budidaya bekicot dalam                          kandang)&lt;br /&gt;              b. membuat pagar yang bagian atasnya diolesi dengan detergen&lt;br /&gt;              c. menabur abu atau garam disekeliling pagar bagian dalam.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang adanya hama atau penyakit yang dapat menyebabkan kematian bekicot, kecuali semut, bebek dan itik.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan pemeliharaan cukup baik, bekicot mulai dapat dipanen setelah 5-8 bulan. secara fisik dapat dilihat apabila panjang cangkang telah mencapai 8-10 Cm, maka bekicot telah siap untuk diambil dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil utama dari ternak bekicot adalah dagingnya, yang dapat diolah langsung dengan dibuat sate, keripik, dendeng/masakan segar lainnya dan dapat juga diolah dalam bentuk kalengan. Ada juga permintaan dalam keadan hidup. Disamping itu daging dari bekicot ini dapat dijadikan tepung, yang pengolahannya melalui proses pengeringan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;             &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disamping diambil dagingnya, kulit/cangkang bekicot juga laku untuk dijual. Baik untuk bahan dasar obat-obatan/dibuat tepung untuk tambahan makanan untuk hewan ternak yang membutuhkan tepung berbahan dasar yang mengandung zat kapur.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bekicot dikumpulkan di dalam kotak kardus/peti dari kayu dan jangan menggunakan karung goni karena dapat mengakibatkan kulit bekicot pecah. Setelah dimasukkan dalam peti, pertama sekali perlu dilakukan pencucian agar terhindar dari semua kotoran dan lumpur yang melekat pada cangkangnya. Pencucian ini dengan cara menyemprot bekicot dengan air bersih. Setelah itu, Bekicot di karantina selama 1-2 hari/malam tanpa diberikan makan agar kotoran dan lendirnya keluar sebanyak mungkin.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah dilakukan penagkapan dan pengumpulan bekicot lalu dilakukan penyortiran dengan jalan membuang bekicot yang mati atau terlalu kecil untuk diolah. Kemudian dilakukan penggaraman, dengan memberikan garam 10-15% dari berat total bekicot, dengan cara diaduk rata. Penggaraman dapat mematikan bekicot sekaligus mengeluarkan lendir sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui tahapan penggaraman, segera direbus dengan air garam 3% selama 10 menit, kemudian diangkat dan disemprot dengan air dingin, baru dilakukan pencukilan daging. Perebusan kedua dilakukan setelah bagian perut dibuang dan kotoran lainnya dalam larutan garam 3%. Cara ini bertujuan untuk menghilangkan lendir dan daging menjadi lebih lunak. Kemudian daging tersebut dibungkus dan dikemas dalam karton.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya bekicot metoda kebun di daerah Kediri (Jawa Timur) dengan luas lahan 4.000 m2 pada tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;em&gt;&lt;strong&gt;1) Biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;         &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="0" width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Sewa Lahan 4.000 m2&lt;/td&gt;                       &lt;td valign="top" width="30%"&gt;Rp. 200.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;b.&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1" width="67%"&gt;Bibit induk 100 ekor @ Rp. 50,-&lt;br /&gt;            &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt; Rp. 5.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;c. &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pembuatan Pagar dan saluran 5 HOK @ Rp. 5.000,-&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; Rp. 25.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;d.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Bambu pagar 10 btg @ Rp. 2.000,-&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; Rp. 20.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;e.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pakan dan Pemeliharaan &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 120.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;f.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Panen dan pasca panen &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 100.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;g.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Lain-lain &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 30.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. 500.000,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;br /&gt;        &lt;em&gt;&lt;strong&gt;2) Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;         &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;- Bekicot siap panen 30.000 ekor = 100 kg                          @ Rp. 100,-&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 10.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;- Anak bekicot 60.000,-&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;- Telur bekicot 9.030.000 butir&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; Selanjutnya hasil panen dapat dilakukan setiap hari 100 kg dan pendapatan tiap bulan adalah Rp. 300.000,- dan perkembangan bekicot dari telur menjadi bekicot dan bekicot bertelur dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;em&gt;&lt;strong&gt;3) Keuntungan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari budidaya bekicot tersebut dapat didapat keuntungan Rp. 180.000,- setiap bulannya dan Rp. 6.000,- setiap harinya.&lt;br /&gt;      &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daging bekicot merupakan komoditi eksport yang menjanjikan, karena harganya yang cukup mahal dipasaran internasional. Pada periode Januari-Juli 1988 harga ekspor daging bekicot US $ 1,82 per kg. Hal ini menyebabkan menculnya Peternakan Inti Rakyat (PIR) dengan komoditi bekicot. Kini telah banyak berdiri perusahaan-perusahaan pengelola daging bekicot, yang dapat memperlancar pemasaran pasaran sebagai komoditi eksport.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Kusnin Asa. 1984. Budidaya Bekicot. Bhratara Karya                    Aksara. Jakarta&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Pinus L. 1988. Beternak Bekicot untuk Perancis, dalam Trubus,                    Febuari&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                 &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Victor Zebua (1988). Bekicot Melimpah Cacing Daun Bertingkah, dalam Harian Kedaulatan Rakyat, 17 September 1988.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Naryo Sadhori S. 1997. Teknik Budidaya Bekicot. Balai Pustaka.                    Jakarta. &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;        Jl. Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek,&lt;br /&gt;        Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,&lt;br /&gt;        Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952,&lt;br /&gt;        Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" title="http://www.ristek.go.id" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-3733644677271805724?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/3733644677271805724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=3733644677271805724' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/3733644677271805724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/3733644677271805724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bekicot-berasal-dari-afrika-timur.html' title='Bisnis Unggulan : Bekicot'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-2893047400320193955</id><published>2008-12-13T20:33:00.002+07:00</published><updated>2008-12-13T20:39:55.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam Kampung'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Ayam Kampung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i144.photobucket.com/albums/r193/poyo_album/IMAG045888888.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 204px; height: 165px;" src="http://i144.photobucket.com/albums/r193/poyo_album/IMAG045888888.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Agrobisnis seperti sumur yang tak pernah kering. Ini bukan omong kosong.ketika industri lain ambruk diterjang badai krisis moneter, sektor ini terbukti tetap tegar. Benarkah ? bagi yang komponen lokalnya dominan, jawabannya : benar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Dibidang peternakan, misalnya, usaha ayam ras(ayam pedaging) langsung terkapar ketika krisis berlangsung. Maklum ayam jenis ini banyak menelan dollar, mulai dari bibit, bahan baku pakan, obat-obatan hinggaperalatan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Lain cerita kalau yang diternakan ayam kampung atau ayam buras(bukan ras) yang 100 % asli Indonesia. Menurut data Ditjen Peternakan, tahun 1998 populasi ayam kampung mengalami peningkatan sekitar 1 % dibanding tahun sebelumnya, jauh berbeda dengan ayam ras yang anjlok sampai 70 %. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Produksi telur ayam ras (&lt;i&gt;leghorn&lt;/i&gt;) petelur misalnya bisa mencapai 300 butir setahun. Sementara ayam kampung yang dipelihara secara khusus paling banter hanya 100 butir telur. Begitu juga dengan ayam ras pedaging (&lt;i&gt;broiler). &lt;/i&gt;Tubuhnya cepat bongsor, dalam 30 hari bisa mencapai 1 kg. Sementara ayam kampung membutuhkan 3 bulan untuk mencapai bobot hidup yang sama . Hanya saja harga daging dan telur ayam kampung lebih tinggi, itu kelebihannya. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Keuntungannya jelas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Bila serius keuntungan usaha penetasan ayam kampung ternyata cukup menggiurkan. Saat ini harga sebutir ayam kampung Rp 800. Sementara harga seekor anak ayam yang baru menetas atau biasa disebut DOC (Day Old Chick), sekitar Rp 2000 perekor, berarti kalau ditetaskan untungnya lebih dari 100 % ? memang besar. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mencari telur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya tidak sulit asal mau telaten. Sebab, telur bisa diperoleh di kampung-kampung. Pada pemeliharaan trdisional, umumnya setiap induk melakukan perkawinan dengan ayam pejantan. Sehingga telur yang dihasilkan merupakan telur yang bertunas atau yang bisa di tetaskan. Bisa juga melalui penjual jamu gendong, dipasar-pasar lokal juga mudah ditemukan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mesin penetas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Mesin tetas bisa didapat dengan dua cara. Jika punya uang bisa membeli mesin tetas sendiri. Harganya antara Rp 700 ribu hingga Rp 5 juta, tergantung daya tampungnya. Untuk alat yang satu ini, banyak yang dijual disekitar Tangerang. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Kalau mau menyewa bisa dicari sekitar Rawa Belong, Jakarta Barat. Akan lebih untung kalau memiliki mesin penetas sendiri dengan kapasitas yang besar. Selain dipakai sendiri, juga bisa disewakan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pemasaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Tak usah bingung memasarkan anak ayam. Banyak jalannya. Antara lain melalui Koperasi Peternak ayam buras Jakarta. Atau bisa langsung bekerja sama dengan peternak ayam buras. Kalau belum puas dengan hasil anak ayam, bisnis ini bisa dikembangkan sebagai bisnis terpadu. Artinya, selain anak ayam, juga beternak ayam pedaging (broiler) dan telur. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pakan Di buat sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Siapa yang tak ingin usahanya berkembang. Untuk itu, ada baiknya seorang peternak juga menguasai pembuatan pakan. Sejak krisis berlanjut, tidak sedikit pengusaha peternakan, baik ayam pedaging maupun petelur, yang gulung tikar. Penyebabnya ya, karena sebagian besar bahan bakunya mengandalkan impor. Sementara pakan dari bahan baku lokal yang sebenarnya dari sisi kualitas tidak kalah, masih jarang dilirik peternak. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Dari pada buang duit untuk membeli bahan pakan ternak ada baiknya mempelajari kiat membuat pakan sendiri seperti yang disajikan dibawah ini. (Tabel I &amp;amp; II). &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Pola usaha ini sudah dujalani Ekok Wakradiharjo, peternak ayam kampung yang bermukim di Jagarkarsa, Jakarta Selatan. Dengan menggunakan pakan lokal ia mampu memetik penghasilan lumayan besar. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Dari 1000 ekor ternaknya, minimal setiap bulan mengantungi keuntungan Rp. 1,4 juta. Itu baru dari hasil penjualan ayam kampung pedaging. Jadi belum termasuk telur, ayam afkiran dan kotoran ayam yang belakangan ini jadi rebutan petani karena harga pupuk kimia sangat mahal. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;AKS(Kiriman Bambang Suharno, Bekasi).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bg="" border="1" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td colspan="5" width="100%"&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Tabel 1. Komposisi Starter 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;komponen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;penggu-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;naan%&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;/kg&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;(Rp)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Jagung&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;53&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;1400&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;742&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Bungkil kedelai&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;4250&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;425&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Pollar/ dedak padi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;500&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;110&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepung ikan &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;4000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;480&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepung tulang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;3 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;2250&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;67,5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bgcolor="#cae4ff" width="10%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Total&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td align="center" bgcolor="#cae4ff" valign="top" width="18%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;1824,5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bg="" border="1" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td colspan="5" width="100%"&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Tabel II: Komposisi Starter 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;komponen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;penggu-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;naan%&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;/kg&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;(Rp)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="19" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="19" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Jagung&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;50&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;1400&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;700&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="19" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="19" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Bungkil kedelai &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;2250&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;225&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="1" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="1" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Pollar/ dedak padi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="1" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;29 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="1" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt; 500&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="1" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;145&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="19" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="19" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepung ikan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;8 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;4000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;320&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="19" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="19" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepung tulang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;2250&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;67,5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bgcolor="#cae4ff" height="22" width="10%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="22" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Total &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="22" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="22" width="20%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" style="color: rgb(202, 228, 255);" align="center" height="22" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;1457,5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="100%"&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Analisis Keuntungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Usaha Ayam Kampung Pedaging&lt;br /&gt;Per 1.000 ekor&lt;br /&gt;per 3 bulan&lt;/center&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td width="100%"&gt;A. Investasi  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kandang dgn biaya perekor @ Rp. 7.000     &lt;b&gt;Rp. 7.000.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;B. Biaya Lancar &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;DOC 1.000 ekor @ Rp. 1.800           &lt;b&gt; Rp. 1.800.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pakan :&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Starter1  1000 kg @ Rp. 1.824,5/kg    &lt;b&gt;Rp. 1.824.500.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Starter2  1500 kg @    Rp. 1.657,5/kg     &lt;b&gt;Rp. 2.486.250.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Vaksin dan jamu 1000 ekor x Rp. 150 x 2   &lt;b&gt;Rp. 300.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Listrik Rp. 100.000 x 3 = &lt;b&gt;Rp. 300.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kematian Ternak 10%  &lt;b&gt;Rp. 180.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penyusutan Kandang (usia 4 tahun)  &lt;b&gt;Rp. 145.830.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Total Biaya    Rp. 7.036.580.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;C. Pendapatan &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ayam ukuran 0,9 kg @ Rp. 14.000/kg x 900 ekor (mati 10%) &lt;b&gt; Rp. 11.340.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;D. Analisis Keuntungan &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Keuntungan bersih = Pendapatan - Biaya Lancar   = &lt;b&gt;Rp. 4.303.420&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pakan untuk starter 1 digunakan dari umur 0 hari sampai 4 minggu. Selanjutnya gunakan starter 2 hingga panen sekitar umur 3 bulan. Pada saat tersebut bobot hidup sekitar 0,9 kg/ekor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="100%"&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ciri umum bibit unggul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td width="100%"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagian tubuh tak ada yang rusak atau cacat. Misalnya kaki utuh dan leher lurus. Otot kempal dan kuat terutama dibagian paha dan dada. Tulangnya juga kuat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Susunan bulu teratur,saling meng- himpit dan tampak mengkilat. Kondisi bulu yang baik tersebut mencerminkan keadaan kulit yang baik pula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mata cerah dan pandangannya tampak tajam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Gerakannya gesit yaitu mudah berontak bila dipegang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ukuran badannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Induk jantan mempunya jengger yang berwarna merah cerah, kepala tampak kokoh,paruh pendek,tajam dan kuat. Selain itu, keturunannya bukan berasal berasal dari anak induk betina.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jarak ujung tulang dada dengan cloaca(dubur) berjarak minimal 3 jari tangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="100%"&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Analisis Keuntungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;TELUR TETAS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/center&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td width="100%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Biaya Lancar :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Membeli telur tetas 500 butir x Rp 800 = Rp 400.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sewa mesin tetas 500 butir x Rp 100 = Rp 50.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Biaya lain-lain = Rp 50.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Total Biaya Lancar= Rp 500.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapatan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;500 butir x 80 % x 2000 = Rp. 800.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Keuntungan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Rp 800.000 – Rp 500.000 = Rp. 300.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-2893047400320193955?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/2893047400320193955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=2893047400320193955' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/2893047400320193955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/2893047400320193955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-ayam-kampung.html' title='Bisnis Unggulan : Ayam Kampung'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-5661815164696687995</id><published>2008-12-11T23:59:00.002+07:00</published><updated>2008-12-12T00:07:23.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Lele'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Ikan lele</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.trobos.com/images/artikel/Okt%2007/lele%20istimewa%20%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 160px;" src="http://www.trobos.com/images/artikel/Okt%2007/lele%20istimewa%20%281%29.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;I. Pendahuluan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pembenihan Lele.&lt;br /&gt;Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Sistem Budidaya.&lt;br /&gt;Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;IV. Tahap Proses Budidaya.&lt;br /&gt;A. Pembuatan Kolam.&lt;br /&gt;Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :&lt;br /&gt;Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.&lt;br /&gt;Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.&lt;br /&gt;Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.&lt;br /&gt;Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemilihan Induk&lt;br /&gt;Induk jantan mempunyai tanda :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;tulang kepala berbentuk pipih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warna lebih gelap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gerakannya lebih lincah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;alat kelaminnya berbentuk runcing.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Induk betina bertanda :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;tulang kepala berbentuk cembung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warna badan lebih cerah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gerakan lamban&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;C. Persiapan Lahan.&lt;br /&gt;Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;D. Pemijahan.&lt;br /&gt;Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pemindahan.&lt;br /&gt;Cara pemindahan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;samakan suhu pada kedua kolam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;F. Pendederan.&lt;br /&gt;Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 - 7 cm, 7 - 9 cm dan 9 - 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Manajemen Pakan.&lt;br /&gt;Pakan anakan lele berupa :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 - 4 hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakan buatan untuk umur diatas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;VI. Manajemen Air.&lt;br /&gt;Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;air harus bersih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;berwarna hijau cerah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ukuran kualitas air secara kimia :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;bebas senyawa beracun seperti amoniak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mempunyai suhu optimal (22 - 26 0C).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Manajemen Kesehatan.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Artikel : Abror Yudi Prabowo&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-5661815164696687995?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/5661815164696687995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=5661815164696687995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/5661815164696687995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/5661815164696687995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-ikan-lele.html' title='Bisnis Unggulan : Ikan lele'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-48344485351822668</id><published>2008-12-11T23:28:00.004+07:00</published><updated>2008-12-11T23:52:28.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bebek'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Bebek</title><content type='html'>1. SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SENTRA PETERNAKAN&lt;br /&gt;Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yangmempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. J E N I S&lt;br /&gt;Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MANFAAT&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt;Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perkandangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bibit Unggul&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakan Ternak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tata Laksana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemasaran Hasil Ternak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C. Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%&lt;br /&gt;Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang&lt;br /&gt;Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kondisi kandang dan perlengkapannyaKondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2. PembibitanTernak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.&lt;br /&gt;1) Pemilihan bibit dan calon indukPemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;2) Perawatan bibit dan calon induk&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perawatan BibitBibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perawatan calon IndukCalon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;3) Reproduksi dan PerkawinanReproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Sanitasi dan Tindakan PreventifSanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.&lt;br /&gt;Pengontrol PenyakitDilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.&lt;br /&gt;Pemberian PakanPemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;6.4 Pemeliharaan KandangKandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penyakit Duck CholeraPenyebab: bakteri Pasteurela avicida.Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit SalmonellosisPenyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret.Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;8. P A N E N&lt;br /&gt;8.1. Hasil UtamaHasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik&lt;br /&gt;8.2. Hasil TambahanHasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PASCA PANEN&lt;br /&gt;Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengawetan dengan air hangatPengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengawetan telur dengan daun jambu bijiPerendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengawetan telur dengan minyak kelapaPengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengawetan telur dengan natrium silikatBahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengawetan telur dengan garam dapurGaram direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;br /&gt;10.1. Analisis Usaha BudidayaPerkiraan analisis budidaya itik di Semarang tahun 1999 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Permodalan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Modal kerja- Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000 - Biaya kelancaran usaha dan lain-lain Rp 108.000.000,-Rp 4.000.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Modal Investasi- Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,- Rp 18.000.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah kebutuhan modalPrasyaratan kredit yang dikehendaki:- Bunga (menurun) 20% /tahun- Masa tanggung angsuran 1 tahun- Lama kredit 3 tahun Rp 130.000.000,-&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;2) Biaya-biaya&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya kelancaran usaha dan lain-lain Rp 4.000.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya tetap- Biaya pengambalian kredit:- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I - Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun II - Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun III - Biaya penyusutan kandang:- biaya penyusutan kandang tahun I - biaya penyusutan kandang tahun II - biaya penyusutan kandang tahun III Rp 14.723.000,-Rp 86.125.000,-Rp 73.125.000,-Rp 3.600.000,-Rp 3.600.000,-Rp 3.600.000,-&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;3) Biaya tidak tetap&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya pembayaran ransum:- biaya ransum tahun I- biaya ransum tahun II- biaya ransum tahun III Rp 245.700.000,-Rp 453.600.000,-Rp 453.600.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya pembayaran itik siap produksi:- pembayaran tahun I- pembayaran tahun II- pembayaran tahun III Rp 108.000.000,---&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya pembayaran obat-obatan:- biaya pembayaran obat-obatan tahun I- biaya pembayaran obat-obatan tahun II- biaya pembayaran obat-obatan tahun III(Biaya obat-obatan adalah 1% dari biaya ransum) Rp 2.457.000,-Rp 4.536.000,-Rp 4.436.000,-&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;4) Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penjualan telur tahun I Rp 384.749.920,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjualan telur tahun II Rp 615.600.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjualan telur tahun III Rp 615.600.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjualan itik culling 2 x 1.425 x Rp 2.000,- Rp 5.700.000,-&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;10.2. Gambaran Peluang AgribisnisTelur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1998&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Redaksi Trubus. Beternak Itik CV. 2000-INA. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1999&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prawoto; Peternak ternak itik. Desa Sitemu Kec. Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;12. KONTAK HUBUNGAN&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENASJl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sumber :Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-48344485351822668?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/48344485351822668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=48344485351822668' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/48344485351822668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/48344485351822668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-bebek.html' title='Bisnis Unggulan : Bebek'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-3275769727582652349</id><published>2008-12-06T04:44:00.005+07:00</published><updated>2008-12-11T23:50:29.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung Lovebird'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Burung Lovebird</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.p-pp.tv/articles/peach_faced_lovebird/images/Lovebird2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 225px; height: 179px;" src="http://www.p-pp.tv/articles/peach_faced_lovebird/images/Lovebird2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di alam liar, jenis makanan yang dikonsumsi Lovebird antara lain adalah sayuran, buah2an, biji2an dan kacang2an dalam jumlah yang sangat banyak. Untuk Lovebird yang kita pelihara, sebaiknya jumlah makanan yang banyak mengandung lemak dibatasi. Hal ini karena keterbatasan gerak mereka di dalam kandang dibanding di alam liar. Jika terlalu gemuk, maka burung cenderung malas untuk bergerak dan bunyi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikan sayuran segar (al: brokoli, toge, bayam, sawi, kangkung, jagung) setiap hari secara bergantian, buah2an (al: apel, pisang, papaya) 2 -3 kali seminggu. Bij-bijian harus diberikan dalam jumlah yang terbatas (kecuali Lovebird akan diternak). Seminggu sekali boleh diberikan minuman susu cair. Jangan memberi makanan seperti alpukat, cokelat dan kopi karena bisa berakibat fatal. Jika anda memberikan apel, pastikan bahwa biji buah apel sudah terbuang karena itu bisa menjadi racun bagi Lovebird.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, jangan lupa untuk meyediakan pasir grit atau totok cumi didalam kandang. Grit ini selain berfungsi untuk membantu pencernaan juga bagai sarana dalam proses pembentukan cangkang telur. (lihat artikel om Kiansing mengenai fungsi Grit).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ukuran kandang untuk Lovebird sangat variatif. Ada yg berbentuk bulat, kotak bahkan segi enam. Gunakanlah ukuran kandang yang agak besar supaya Lovebird lebih bebas untuk bergerak. Konstruksi kandang harus kuat dan terbuat dari kawat besi. Lovebird termasuk burung yang suka mandi. Oleh karena itu usahakan untuk memberikan tempat mandi tersendiri, selain tempat minum. Penggantian air minum harus dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatannya. Seminggu sekali mandikanlah Lovebird dengan cairan anti septic atau anti kutu – dengan cara disemprot dari atas - supaya bulunya tetap terpelihara. Untuk penjemuran, usahakan setiap hari Lovebrid dijemur dengan durasi sekitar 2 – 3 jam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan perawatan yang baik, Lovebird bisa hidup 10 hingga 20 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;BETERNAK LOVEBIRD&lt;br /&gt;Sebelum memulai beternak Lovebird, kita harus bisa membedakan dulu antara Lovebird jantan dengan Lovebird betina. Secara fisik dan warna, burung tersebut susah untuk diketahui jenis kelaminnya. Cara yang paling gampang adalah dengan meraba kedua capit udang yang terletak dibawah duburnya. Jika keras, rapat dan lancip, biasanya jantan. Sedangkan burung betina capit udangnya lembek, lebar dan tumpul. Ciri lain adalah, Lovebird betina jika sudah birahi akan mengumpulkan bahan sarang dan diselipkan diantara kedua sayapnya sebelum dibawa kedalam kotak sarang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lovebird bisa diternak setelah memasuki usia diatas 7 bulan. Pilihlah Lovebird yang sehat dan tidak cacat sebagai calon indukan dan berusia relative masih muda karena Lovebird yang sudah berumur diatas 3 tahun biasanya sudah tidak terlalu produktif. Untuk mendapatkan kriteria seperti diatas, sebaiknya kita langsung membeli dari peternak yang sudah kita kenal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk memacu birahi, selain kwaci, tambahkana makanan extra berupa toge, jagung muda dan sawi. Ketiga jenis sayuran ini terbukti berguna untuk mendongkrak birahi Lovebird.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walaupun Lovebird bisa diternak dengan cara diumbar dalam kandang beurukuran besar dengan jumlah lebih dari 1 pasang, akan lebih baik jika beternak Lovebird secara individual. Untuk 1 pasang Lovebird, bisa digunakan kandang dengan ukuran sekitar 80cm x 40cm x 40cm. Satu Kandang diisi satu pasang. Ini dilakukan supaya garis keturunan gampang dilacak sehingga suatu saat memudahkan kita untuk melakukan experiment dalam menghasilkan varian warna yang berbeda. Sediakan kotak sarang atau glodok untuk bertelor dan mengeram. Contoh ukuran glodok XLXT = 15cm x 20cm x 25cm. Glodok terbuat dari papan dengan ketebalan sekitar 2cm.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tempat sarang atau glodok untuk Lovebird umumnya terbuat dari kotak kayu.&lt;br /&gt;Bahan sarang bisa menggunakan serbuk kayu, kulit jagung yang sudah dikeringkan dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Umumnya Lovebird bertelur antara 4 – 6 butir dan menetas setelah dierami sekitar 21 hingga 23 hari. Kedua indukan, baik jantan maupun betina saling bergantian menyuapi anaknya. Pada saat berumur sekitar 6 – 8 minggu, anak burung mulai keluar dari kotak sarang. Setelah anak burung bisa makan sendiri, segera pindahkan mereka ke sangkar lain sehingga indukannya bisa kembali melakukan siklus reproduksi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adakalanya indukan Lovebird tidak mau mengasuh anakannya. Jika kita menemukan kasus seperti ini, tidak ada cara lain kecuali harus diangkat dan disuapi sendiri. Siapkan kotak berukuran kira-kira 40×40x40cm yang didalamnya terdapat lampu bohlam 5 watt yang berfungsi sebagai penghangat. Anak Lovebird harus disuapi setiap 2 jam sekali. Makanan yang paling sesuai pada masa tersebut adalah bubur susu untuk bayi. Campurkan bubur susu dengan air matang (hangat-hangat kuku), lalu gunakan sendok untuk menyuapi anak burung. Tingkat kekentalan makanan tersebut harus disesuaikan dengan usia anak burung. Semakin bertambah usianya, semakin kental bubur susu yang diberikan. Setelah berumur 3 – 4 minggu, kita sudah boleh mulai memperkenalkan jenis makanan lain seperti sayuran, buah-buahan dan millet.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemasangan ring bisa dilakukan pada saat anakan berumur tidak lebih dari 10 hari. Berikut adalah ilustrasi cara pemasangan ring:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;PERMASALAHAN DALAM BETERNAK LOVEBIRD&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak Mau jodoh&lt;br /&gt;Sering kita merasa kesal karena indukan yang ingin kita jodohkan ternyata tidak mau bersatu. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal, al: keduanya berjenis kelamin sama, belum memasuki masa birahi, situasi atau lingkungan yang kurang mendukung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Telur Tidak Menetas&lt;br /&gt;Telur tidak meneteas bisa disebabkan oleh beberpa hal al: Indukan yang mandul, kurang nutirisi, telur tidak dierami indukan, infeksi bakteri, dan lain-lain. Sering dijumpai dalam satu tetasan, ada 1 atau 2 telur yang tidak menetas. Ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu di khawatirkan. Biasanya telur yang tidak menetas itu adalah telur yang terakhir. Menurut literature yang saya baca, bahkan di alam sekalipun, tidak semua telur bisa menetas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cacat Kaki.&lt;br /&gt;Sering kita jumpai anak Lovebird yang kakinya tidak bisa berdiri dan mencengkeram dengan sempurna serta cenderung miring ke samping. Hal ini disebabkan karena bahan sarang yang ada didalam sangkar kurang mencukupi sehingga Lovebird tidak mempunyai dasar berpijak yang tidak licin. Kebanyakan kasus ini dijumpai pada glodok yang beralaskan papn triplek. Hindarilah menggunakan bahan ini dan gunakan papan yang belum diserut sebagai bahan dasar glodok.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;PEMASTERAN&lt;br /&gt;Betulkah Lovebird bisa dimaster? Saya bisa mengatakan bisa, berdasarkan pengalaman saya. Lovebird termasuk burung yang cerdas dan gampang menirukan suara burung jenis lain. Selama ini Lovebird lebih banyak digunakan sebagai master terutama Lovebird yang memiliki trecetan kasar dan panjang-panjang. Untuk mencari Lovebird seperti ini bukanlah hal yang mudah. Jika ada, tentu harganya sudah melambung tinggi. Untuk menyiasati hal tersebut, kita bisa melakukan pemasteran semenjak Lovebird berusia kurang dari 1 bulan. Walaupun trecetan suara Lovebird dalam membawakan lagu lebih banyak ditentukan dari factor genetic, upaya berikut masih bisa dilakukan untuk mendongkrak performanya. Master yang cocok untuk Lovebird adalah Kenari, Blackthroat dan Sanger karena ketiga jenis burung ini diyakini memiliki nada suara yang paling mendekati Lovebird. Dengan ketiga jenis burung ini diharapkan Lovebird akan membawakan lagunya dengan durasi yang panjang dan speed yang rapat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah sekarang saatnya kita menimbang-nimbang jika burung yang kaya variasi warna dan banyak digemari dijadikan bisnis unggulan. Ada yang mungkin berencana beternak mengembangbiakan atau menjadikan komoditi yang bisa diperjual belikan atau dilombakan. Lovebird dengan  jenis dan corak unik sangat mempunyai nilai pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis yang mempunyai warna umum. Tertariiik...?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-3275769727582652349?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/3275769727582652349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=3275769727582652349' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/3275769727582652349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/3275769727582652349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-burung-lovebird.html' title='Bisnis Unggulan : Burung Lovebird'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-7398020537547337738</id><published>2008-12-05T19:34:00.004+07:00</published><updated>2008-12-11T23:55:15.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Mas Koki'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Ikan Mas Koki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_u96_MMNGtog/R7b7Rd3tkeI/AAAAAAAAANU/Tqh_rnRavs8/s400/ranchu20.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 159px;" src="http://bp2.blogger.com/_u96_MMNGtog/R7b7Rd3tkeI/AAAAAAAAANU/Tqh_rnRavs8/s400/ranchu20.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anak-anak menyukai hewan air jenis ini. Selain bentuknya lucu warnanya juga menarik. Mulai anak SD hingga orang S2 juga mengandrungi ikan ini.&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ikan mas Koki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Jangan mengira kalau dengan nama yang disandangnya ikan ini pintar memasak atau menyajikan menu. Mungkin yang namanya itu dari leluhurnya dahulu. Mas thoyib,mas naryo atau bisa ada blesteran antara mas komeng dan kikan. Jadi keluar nama mas koki.Dengan nama latin catassius auratus dulunya ikan ini hanyalah sebagai ikan lauk. Populeritasnya meningkat sejak dinasti Ming (1368-1644) karena saat itu mulai muncul strain dengan bentuik yang sangat unik serta banyak yang dijual kenegara lain seperti &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;jepang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Lagi-lagi jepang adalah negara yang sangat inovatif dalam megembangkan suatu produk.Tak ayal ikan koki inipun mengalami banyak variasi dalam pembiakannya sehingga strain baru yang menarik bermunculan hingga saat ini yang dikenal juga akhirnya di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jenis-jenis &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ikan mas koki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang banyak digemari di sini antara lain :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Ras      bulldog (mata terlihat melotot)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Spencer      (adanya jambul di kepala dan sisik yang menarik)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mutiara      (banyak butiran daging disekujur tubuhnya sehingga tampak seperti mutiara      yang menempel)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Red      head (adanya bintik merah di bagian kepala)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Buble      eyes (mata kantong,karena tampak gelembung besar dibagian kantung matanya)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Veil      tail (dengan sirip punggung dan ekor yang agak panjang berumbai)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Dan      masih banyak lagi yang lainnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ikan mas koki sedikit manja dalam pemeliharaannya sehingga tak urung sering membuat orang putus asa jika menginginkan umur yang panjang untuk hewan air yang satu ini. Tapi kalau kita tahu mudah kok pemeliharaannya bahkan untuk budidaya atau tujuan&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt; bisnis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; sekalipun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berikut ini yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ikan mas koki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Sirkulasi air yang lancar dengan cara dibantu menggunakan filter air serta pemenuhan oksigen yang memadai dengan dibantu aerator akan menjadikan si gendut lucu ini sehat.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pemberian pakan tidak berlebihan sehingga tidak membuat air cepat kotor dan menjadikan subur tumbuhnya bakteri dan jamur menyebabkan ikan mas koki ini sakit yang akhirnya mati.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Perhatikn koloni yang ditempatkan bersamaan dengan &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ikan mas koki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang sering usil dengan menitili tubuh si gembrot yang berakhir dengan luka,sakit terus koit. Terutama jenis ikan-ikan kecil yang suka memburu makanan atau parasit yang menempel di tubuh ikan mas koki.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pisahkan      segera begitu mengetahui ada ikan yang terinfeksi dengan jamur atau      bakteri untuk diberi perawatan khusus.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Penggantian air jangan seratus persen dengan yang air yang baru. Lebih-lebih air pam yang kandungan kaporitnya tinggi sekali. Begitu ditaruh ke dalam aquarium biasanya sebentar saja sudah kelenger. Sisihkan air yang lama ± 30 % dicampur dengan air yang baru 70% dengan syarat kalau menggunakan air pam haarus diendapkan 3 s/d 4 jam terlebih dahulu lalu diambil bagian permukaannya saja.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pemberian      obat-obatan yang cepat dan tepat akan menjaga kesehatan klagenan lucu ini      hidup lebih lama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Soal obat-obatan banyak tersedia di penjual ikan hias dengan banyak merk. Tinggal sebutkan saja gejala penyakit si ikan maka dokter ikan tersebut akan menyerahkan jenis obat yang harus kita tebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagi yang senang kumpulin rupiah yang sering dipermainkan dolar kayaknya tidak salah menerjuni Bisnis unggulan ikan gendut ini. Untuk pemasarannya sangat mudah karena memang ikan hias ini diminati pasar yang sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-7398020537547337738?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/7398020537547337738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=7398020537547337738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/7398020537547337738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/7398020537547337738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-ikan-mas-koki.html' title='Bisnis Unggulan : Ikan Mas Koki'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_u96_MMNGtog/R7b7Rd3tkeI/AAAAAAAAANU/Tqh_rnRavs8/s72-c/ranchu20.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-5805983535196658649</id><published>2008-12-05T19:13:00.004+07:00</published><updated>2008-12-11T23:49:05.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggrek Bulan'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Anggrek Bulan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Phalaenopsis_amabilis_Orchi_03.jpg/215px-Phalaenopsis_amabilis_Orchi_03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 178px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Phalaenopsis_amabilis_Orchi_03.jpg/215px-Phalaenopsis_amabilis_Orchi_03.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anggrek bulan ditemukan diabad ke-17. sedangkan di Indonesia ditemukannya pertama kali oleh seseorang yang bernama rumphius di daerah Ambon pada tahun 1950 yang akhirnya anggrek itu diberi nama &lt;i&gt;Epidendrum Albummajus&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kemudian pada tahun 1753,Linnaeus memberikan nama &lt;i&gt;Epidendrum Amabila&lt;/i&gt; pada spesies anggrek bulan di Nusa Kambangan,yang setelah itu diberi nama dengan &lt;i&gt;Phalaenopsis Amabilis. &lt;/i&gt;Sejak itu hingga sekarang anggrek bulan dikategorikan dalam genus Phalaenopsis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berikut kedudukan tanaman anggrek bulan dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklsifikasikan di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kingdom    &lt;span&gt;          &lt;/span&gt;: Plantae     (tumbuh-tumbuhan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Divisi&lt;span&gt;                                &lt;/span&gt;: Spermatophyta     (tumbuhan berbiji)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Subdivisi : Angiospermae     (berbiji tertutup)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelas          &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;      : Monocotyledonae     (biji berkeping satu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ordo&lt;span&gt;                                  &lt;/span&gt;: Orchidales&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Famili&lt;span&gt;                        &lt;/span&gt;     : Orchidaceae&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Genus&lt;span&gt;               &lt;/span&gt;              : Phalaenopsis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spesies&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;       : Phalaenopsis amabilis JJS;Phal. Javanica ;Phal amboinensis JJS,dll.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ragam bentuk bunga,susunan dan warnanya sangat memikat hati. Tak terkecuali para kaum hawa kalau sudah kesensem bunga yang satu ini ratusan ribu rupiah harganya bukan persoalan demi mendapatkan kecantikannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di bawah ini beberapa jenis atau spesies anggrek bulan yang banyak dijumpai :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      amabilis (L)     (ditemukan      di daerah sulawesi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      cornu-cervi(ditemukan      di daerah jawa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      gigantean JJS(ditemukan      di daerah kalimantan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      frimbiata(ditemukan di      daerah Sumatra)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      kunstleri(ditemukan      di daerah burma)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      corningiana(ditemukan      di daerah Serawak)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      amboinensis(ditemukan      di daerah Ambon)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      viridis&lt;span&gt;                                (&lt;/span&gt;ditemukan      di daerah Sumatra)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      celebensis(ditemukan      di daerah sulawesi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      sumatrana(ditemukan      di daerah Sumatra)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan masih banyak lagi yang lainnya. Tetapi yang jelas tiap jenis atau spesies anggrek mempunyai daya tarik sendiri-sendiri. Karenanya pesona anggrek takkan pernah surut mengingat varian-varian baru hasil silangan banyak ragamnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di dalam pemeliharaannya anggrek ini sebenarnya sangat gampang sekali. Yang perlu diperhatikan pertama kali bila menginginkan pesona anggrek bisa kita nikmati adalah media tumbuhnya harus mempunyai beberapa sifat seperti :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Tidak      lekas lapuk&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;mampu      mengikat air dan hara secara baik&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;tidak      menjadi sumber penyakit&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;mempunyai      aerasi yang baik&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;dapat      menjadi media bagi akat untuk melekat (menempel)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;melihat karekteristik media yang disyaratkan tampaknya kulit batang pakis, sabut kelapa,pecahan arang,pecahan genteng yang paling mudah memenuhi syarat disamping tidak sulit menemukannya di sekitar tempat tinggal kita atau di toko-toko bunga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Memulai pemeliharaan tanaman anggrek bisa dimulai dari dewasa yang tinggal melakukan perawatan untuk memunculkan pesona bunganya. Atau kalau mau lebih menantang lagi dan lebih bisa menjadikan pemahaman tentang anggrek secara&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lebih luas bisa dengan membeli bibit dalam botol.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sehingga nantinya kita mengamati pertumbuhannya dari waktu ke waktu, karakternya sehingga akan membanggakan sekali bila kita berhasil membudidayakannya sendiri apalagi sampai kita bisa menyilangkan sendiri hingga menghasilkan varian baru dan memberi nama anggrek itu sesuai keinginan kita sendiri wooouuh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bibit dalam botol bisa didapatkan di pasar bunga. Tinggal pilih jenis dan warna yang diinginkan. Terkadang penjual mempunyai contoh anggrek ukuran dewasanya sehingga kita tahu nantinya anggrek yang kita beli dari bibit bentuk dan warnanya seperti apa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Harga perbotol berkisar Rp 10.000,- s/d 40.000,-.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kalau membeli bibit dalam botol hendaknya memilih tunas yang sudah besar dan isinya penuh. Itu bisa dibantu melihat tanggal persemaiannya yang tertulis di sisi botol. Itupun kalau pedagangnya jujur.Ketepatan memindahkan bibit dari botol sangat menentukan pertumbuhan sang anggrek nantinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jadi tunggu apalagi untuk melirik Bisnis unggulan yang satu ini. Banyak kok yang hanya sekedar iseng atau hobby tiba-tiba keranjingan menekuni bisnis manis si kembang cantik. Di samping bisa menikmati kecantikan bunganya bisa membawa fantasi kita ke........????&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-5805983535196658649?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/5805983535196658649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=5805983535196658649' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/5805983535196658649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/5805983535196658649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-anggrek-bulan.html' title='Bisnis Unggulan : Anggrek Bulan'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971363067511853332.post-5689832959819152451</id><published>2008-12-03T05:09:00.001+07:00</published><updated>2008-12-11T23:54:00.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung puyuh'/><title type='text'>Bisnis Unggulan : Burung Puyuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://lh6.ggpht.com/_vbd_W7ijwR0/R4xBHKQdjLI/AAAAAAAAA8w/Tl7F51lY8SQ/bukit+kasih+109.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 242px;" src="http://lh6.ggpht.com/_vbd_W7ijwR0/R4xBHKQdjLI/AAAAAAAAA8w/Tl7F51lY8SQ/bukit+kasih+109.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Burung penghasil telur yang dikenal dengan nama puyuh ternyata mempunyai nilai ekonomis yang tinggi,karena harga telurnya yang mengalahkan harga telur yang dihasilkan saudaranya &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;sesama &lt;/span&gt;bangsa burung yaitu ayam, itik atau yang lainnya dalam hitungan perkilo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="snap_preview"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pemeliharaannya sangat mudah,disamping luas lahan yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan dengan unggas lain dalam jumlah yang sama. Sehingga diternak dalam skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; kecil atau &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sampinganpun juga mudah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang perlu diperhatikan dalam pemeliharahaan puyuh ini adalah meliputi :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kandang &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara perawatan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perkandangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Meskipun mudah dalam perawatannya,burung petelur ini mempunyai kelemahan yaitu tidak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tahan kebisingan dan perubahan lingkungan yang dramatis. Kalau untuk pemeliharaan skala kecil mungkin tidak masalah,tapi jika sudah menyangkut skala &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;b&gt;bisnis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; besar maka lokasi kandang haruslah diperhatikan dengan faktor di atas. Sebab jikalau dalam kondisi stress bukan tidak mungkin burung ini ngadat bertelur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa system kandang yang bisa digunakan sebagai pilihan seperti berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;System litter&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk system yang satu ini memang masih jarang digunakan oleh peternak di Indonesia. Biasanya system ini dipakai di negara yang mempunyai banyak musim. Media kandang yang digunakan pada system litter adalah 80% sekam padi (bisa giganti dengan serbuk gergaji),15% kotoran sapi kering dan 5% kapur mati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kelebihan dengan media ini adalah tidak perlu terlalu sering untuk membersihkan kadang sehingga akan menghemat waktu dan tenaga serta menjadi sumber vitamin B-12 bagi burung puyuh sekaligus memberi rasa hangat pada musim hujan atau mussim dingin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Disamping itu kesehatan kaki burung akan terjaga karena media tempat berpijak tidak keras. Begitu juga kotoran yang dikeluarkan burung akan diserap oleh media litter. Dan yang paling penting bisa memneri kesibukan puyuh untk mengais-ngais sehingga akan mengurangi sifat kanibalisme puyuh dalam patuk-mematuk sesamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kelemahannya adalah alas penampung litter tentunya harus dari bahan yang kuat dan tidak bocor sehingga dari sisi biaya bahan kandang dan penyiapan media agak sedikit besar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;System sangkar/baterei&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nah system ini adalah yang paling banyak digunakan oleh peternak di Indonesia,karena selain biaya murah,tidak perlu menyiapkan media alas kandang bagi puyuh. Dengan pemberian penampung kotoran burung (dopping board) hanya perlu sedikit rajin untuk membersihkannya tiap hari. Sebab jika tidak akan menimbulkan bau dari kotoran ternakyang berakibat mengganggu kesehatan lingkungan termasuk ternak itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; Pada waktu menentukan kandang yang sesuai dengan keinginan kita yang perlu juga harus diperhatikan adalah penentuan skala jumlah ternak dengan luas lahan yang dibutuhkan supaya ideal dalam pemeliharaan atau perawatan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ternak terbagi menjadi 4 macam yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;rumah tangga dengan jumlah ternak max 250 ekor. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;kecil dengan jumlah ternak antara 250 s/d 2400 ekor. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;sedang dengan jumlah ternak antara 2400 s/d 8000 ekor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;besar dengan jumlah ternak lebih dari 8000 ekor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   Dari keempat skala tersebut,skala sedang adan besar membutuhkan perencanaan yang cermat karena sudah mengarah pada orientasi komersil.Untuk itu lokasi harus betul-betul dilakukan studi yang cermat.  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain itu adalah memperhatikan tingkat kepadatan. Ideal setiap meter hanya diisi dengan 90 – 100 anak puyuh, 60 ekor untuk puyuh tanggung (umur 10 hari) dan 40 ekor untuk ukuran puyuh dewasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau tingkat kepadatan ideal diketahui maka tidaklah sulit untuk membuat rencana berapa ekor jumlah puyuh dan lahan yang kita butuhkan untuk memulai usaha puyuh ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Faktor penting lainnya dalam kesuksesan pakan adalah pemberian pakan terhadap ternak. Itulah mengapa 80% yang dikeluarkan peternak adalah untuk pakan. Bila terjadi kesalahan atau tidak kedisiplinan dalam pemberian pakan maka bukan untung yang didapat justru buntung yang akan ditemui.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Zat pakan yang terpenuhi pada burung puyuh adalah terpenuhinya unsur :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Protein &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karbohidrat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemak &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vitamin &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mineral &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Demikian halnya dengan obat-obatan bila burung mengalami sakit. Di pasaran pakan siap pakai (poor) sangat banyak dijual. &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-size:130%;" &gt;Cara perawatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Siklus hidup puyuh sangat pendek meskipun produksi telur bisa mencapai 250 – 300 butir pertahun dengan bobot rata-rata 10 – 15 gram perbutir. Karena itu patut dicermati adalah pemberian pakan yang tepat sehingga memenuhi kebutuhan puyuh yang dampaknya akan terjadi pada pertumbuhan dan telur yang maksimal.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikut ini ransum yang diberikan berdasarkan umur unggas perekor :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Umur puyuh&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jumlah ransum dlm gram :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1 hari – 1 minggu&lt;span&gt;                                                             &lt;/span&gt;2&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 minggu – 2 minggu&lt;span&gt;                                                     &lt;/span&gt;4&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 minggu – 4 minggu&lt;span&gt;                                                    &lt;/span&gt;8&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 minggu – 5 minggu&lt;span&gt;                                                   &lt;/span&gt;13&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 minggu – 6 minggu&lt;span&gt;                                                   &lt;/span&gt;15&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diatas 6 minggu&lt;span&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;17 – 19&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk pemberian dengan pakan jadi adalah tidak mutlak. Bagi peternak yang kreatif mereka bisa memberikan pakan olahan sendiri dengan mengacuh pada teknolgi pengolahan pakan ternak yang banyak dikembangankan saat ini. Dan hasilnyapun tidak kalah dengan produksi dari prabik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Disamping produksi telur adalah target utama peternak yang tak kalah penting adalah distribusi telur yang jitu ke pasar atau konsumen menjadikan keuntungan peternak semakin berlipat. Termasuk mensiasati turun-naiknya harga telur dan pakan. Di sinilah seni beternak si burung puyuh ini. Dan ada lagi yang sebenarnya bisa dibidik dari bisnis burung puyuh ini selain diambil telurnya yaitu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;daging&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Rata-rata daging burung puyuh yang dipasaran hanya dihasilkan dari burung puyuh yang sudah afkir. kalau ada ayam petelur lalu ada pula ayam pedaging mengapa juga tidak ada burung puyuh pedaging yang dikembangkan khusus untuk mensupply pasar. Berniat mencoba &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;unggulan&lt;/span&gt; ini…?&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971363067511853332-5689832959819152451?l=1bisnisunggulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/feeds/5689832959819152451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8971363067511853332&amp;postID=5689832959819152451' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/5689832959819152451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971363067511853332/posts/default/5689832959819152451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://1bisnisunggulan.blogspot.com/2008/12/bisnis-unggulan-burung-puyuh.html' title='Bisnis Unggulan : Burung Puyuh'/><author><name>Jacksonjip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15160232424182928214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GUMQ70ebBlc/StBCFbNjuAI/AAAAAAAAAfk/HyYPr9GgLMg/S220/vagina.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_vbd_W7ijwR0/R4xBHKQdjLI/AAAAAAAAA8w/Tl7F51lY8SQ/s72-c/bukit+kasih+109.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
